[:ID]MEREGUK HIKMAH DARI MUSIBAH[:en]ACCEPTING THE WISDOM FROM A TRAGEDY[:]

[:ID]Allah telah berjanji bahwa setiap kesulitan ataupun musibah yang diberikan kepada seorang hamba, tak akan melebihi kapasitas kemampuan dari hamba yang bersangkutan tersebut. Bahkan ada kalanya, dari musibah muncul hikmah dan faedah yang dapat dipetik oleh setiap pribadi.

Syaikh Aidh Al-Qarni dalam kitabnya La Tahzan jilid 1 menjabarkan, sejatinya sebuah musibah mampu mengeluarkan nilai-nilai ubudiyah doa yang selama ini terpendam. Beliau menyebut, sesungguhnya Allah menurunkan ujian kepada seorang hamba yang saleh dari hamba-hambaNya. Dan kepada Malaikat, Allah berkata bahwa diturunkannya musibah serta ujian tersebut agar Allah mendengar suara doa dan permintaan dari manusia.

Di sisi lain, menurut beliau, diturunkannya musibah serta ujian dari Allah kepada manusia agar kesombongan dan keangkuhan yang kerap terpatri di jiwa manusia itu runtuh. Sebab, musibah dapat menggugah empati sesama manusia untuk saling merekatkan rasa cinta terhadap sesama. Tak hanya itu, manusia juga kerap kali saling mendoakan kepada yang sedang tertimpa musibah.

Sejatinya, musibah dapat membukakan mata mereka kepada hal yang lebih besar. Selama ini, menurut beliau, manusia hanya melihat hal-hal kecil jika dibandingkan dengan musibah lain yang lebih besar. Umumnya manusia menerima bahwa itu semua merupakan penebusan dosa dan kesalahan, sekaligus pahala dan ganjaran di sisi Allah.

Maka, beliau berpendapat, apabila setiap manusia menyadari bahwa semua musibah dan ujian adalah buat yang dapat dipetik dan dinikmati, maka sudah pasti manusia akan menghadapi musibah tersebut dengan senang dan tenang. Bukankah ketenangan merupakan representasi dari keimanan? Maka, mereguk hikmah dari musibah merupakan hal yang patut menjadi sikap yang perlu dilakukan setiap Muslim.

sumber: republika.co.id[:en]Allah has promised that any difficulties or disasters given to a servant, will not exceed the capacity of the servant. In fact, there are times, that from the disaster comes wisdom and benefits that can be picked by every person.

Shaykh Aidh Al-Qarni in his book La Tahzan volume 1 describes, in fact a disaster is able to issue the values ​​of prayer that had been buried. He said, verily Allah sent down the test to the most pious servant from all His servants. And to the Angels, Allah said that the descent and test were so that Allah would hear the sound of prayers and requests from humans.

On the other hand, according to him, the descent of disaster and tests from Allah to humans is so that arrogance and ignorance that is often imprinted on the human soul collapses. Because, disaster can arouse empathy among human beings and sprout mutual love towards others. Not only that, humans also often pray for one another who is being hit by disaster.

Indeed, disaster can open their eyes to something bigger. During this time, according to him, humans only see small things when compared to other larger calamities. Generally, humans accept that it is a remission of sins and mistakes, as well as rewards and rewards in the sight of Allah.

Then, he argues, if every human being is aware that all calamities and tests are for those that can be picked and enjoyed, then surely humans will face these calamities with pleasure and calm. Is not being calm a representation of faith? So, accepting the wisdom from a calamity is something that should be an attitude that every Muslim needs to have.

Source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia