MITOS SEPUTAR OLAH RAGA, BENAR ATAU SALAH?

Ahli kebugaran yang sudah lama mempelajari soal mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Lantas apakah mitos-mitos tersebut benar? Berikut jawabannya.

Waktu yang tepat untuk olahraga adalah di pagi hari

Manfaat dari olahraga tentu saja untuk membakar lemak. Tetapi dari studi yang dilakukan menunjukkan kebanyakan orang memilih berolahraga menjelang hari berakhir, karena merasa memiliki lebih banyak energi dan bisa membakar lemak lebih banyak. Sebenarnya tidak ada waktu terbaik untuk berolahraga. Kapan pun, baik di pagi hari, siang atau malam, bisa menjadi pilihan. Karena yang paling utama adalah meluangkan waktu untuk berolahraga.

Berolahraga lebih berat untuk mendapat hasil terbaik

Anda tidak perlu memaksakan diri saat berolah raga untuk mendapatkan hasil. Jika sudah lama tidak berolahga, Anda bisa melakukan 30 menit sehari dengan jenis olahraga ringan, maka risiko terkena penyakit jantung telah menurun hingga setengahnya. Tapi bagi sebagian orang, yang sudah terbiasa berolahraga atau seperti atlet misalnya, untuk mendapatkan hasil maksimal, mereka berlatih dengan lebih keras dan hebat. Tapi tentunya dengan konsultasi bersama pakar kesehatan.

Jangan berolahraga saat meriang dan flu

Sebenarnya tergantung dari gejalanya. Jika flu ringan, dengan berolahraga malah bisa membantu mencegah flu yang lebih berat. Berolahraga sebenarnya sangat baik bagi daya tahan tubuh. Tetapi tentunya dengan berolahraga yang ringan, karena jika Anda berolahraga terlalu berat malah memperparah kondisi kesehatan Anda. Jika sakit flu disertai dengan nyeri dada, pegal-pegal sendi dan otot, atau disertai demam, sebaiknya menghindari berolahraga karena beresiko merusak jantung.

Jangan berenang usai makan

Kebanyakan dari kita sudah diberi tahu sejak kecil jika berenang setelah makan berbahaya, karena bisa menyebabkan keram dan tenggelam. Tidak pernah ada bukti soal ini, yang ada hanyalah akan memberikan rasa nyaman. Memang saat selesai makan, darah mengalir di seluruh tubuh, termasuk dari otot, untuk membantu pencernaan. Hasilnya adalah lebih sedikit kandungan oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke otot. Akibatnya otot tidak dapat berfungsi secara efisien seperti biasanya.

Jika belum berkeringat, maka belum berolahraga dengan benar

Mitos ini tidak benar sama sekali. Seberapa banyak keringat yang keluar tidak menjadi ukuran seberapa berat Anda berolahraga. Fungsi keringat adalah untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Sementara saat olahraga. seberapa banyak keringat tergantung pada dua faktor, yakni suhu ruangan dan kelembaban. Tingkat kebugaran saat Anda berolahraga juga mempengaruhi seberapa banyak keringat yang keluar.

Sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi