MOHAMMAD ZAINUL ALIM, MEMBIDIK ANAK-ANAK MUDA DALAM PEMBERDAYAANMOHAMMAD ZAINUL ALIM, TARGETING THE YOUTH IN EPOWERMENT

RZ LDKO CilegonPASURUAN. Kata Relawan seolah sudah menjadi bagian dari Mohammad Zainul Alim atau akrab dipanggil Alim. Menurut penuturannya sebelum bergabung di Relawan Inspirasi, bapak dua anak ini juga sudah malang melintang di dunia pemberdayaan, salah satunya menjadi pendamping kelompok di PNPM. Sejak September 2013 Alim memutuskan untuk menjadi Relawan Inspirasi RZ. Saat itu Relawan Inspirasi baru saja dibentuk, Alim juga menjadi orang pertama di Desa Wonosari yang mengangkat potensi lokal wilayah tersebut. “Saya babat alas, mbak. Semua dimulai dari nol,” tuturnya.

Melihat potensi alam yang menjanjikan untuk dijadikan lahan pertanian, Alim bekerja sama dengan mahasiswa IPB membudidayakan pepaya california di wilayah binaannya. “Bibitnya saya datangkan dari IPB, namanya Calina, tapi karena susah diingat dan kurang menjual maka kami sebut saja pepaya california,” serunya sambil tersenyum.

Program yang kini menjadi unggulan di wilayah Wonosari, Pasuruan itu dalam perjalanannya mendapatkan banyak tantangan. Mayoritas warga terutama petani lokal daerah ini pada awalnya enggan untuk menanam pepaya california, alasannya karena belum terbukti manfaatnya.

Penolakan tersebut tidak membuatnya patah semangat, Alim melatih anak-anak binaan untuk bisa menanam dan merawat pepaya california ini hingga menghasilkan buah yang manis. “Setelah kami melakukan sendiri dan panen, kemudian hasil panennya bisa dijual cepat, barulah sekarang masyarakat sudah mulai mau menanam,” terangnya.

Seperti halnya wilayah ICD lain, di sini juga digulirkan program Beasiswa Ceria. Uniknya anak-anak dilatih untuk saling membantu satu sama lain sehingga tidak tergantung pada Alim saja sebagai Relawan Inspirasi. Setiap malam anak-anak binaan ini akan berkumpul di rumah Alim untuk belajar bersama. “Biasanya jika ada yang tidak mengerti baru ditanyakan pada saya atau istri yang juga biasa membantu,” terang Alim.

Alim juga menerapkan sistem yang sama untuk pemberian sarana usaha, Ia menyalurkan bantuan sarana usaha perbengkelan dan las untuk anak putus sekolah. Kini anak tersebut bisa mengajarkan adik-adik tingkatnya di SMK untuk belajar praktikum di bengkelnya. “Saya sengaja membidik anak-anak muda dalam pemberdayaan di sini, selain mudah dibentuk mereka masih punya banyak waktu untuk membagikan ilmunya pada orang lain,” ungkap Alim.

Tidak hanya bergantung pada program reguler yang gulirkan RZ saja, Alim pun berinisiatif membuatkan sumur artesi bagi warga di kampungnya. Sumur ini pula yang akhirnya dimanfaatkan RZ untuk membantu warga desa lain yang kekeringan melalui program Berbagi Air Kehidupan.

Walaupun mendapatkan banyak tantangan dalam melaksanakan pemberdayaan di desanya, usaha Alim kini berbuah manis seperti pepaya california. “Alhamdulillah Pak Camat menyambut baik program potensi lokal pepaya california ini, kami diajak untuk ikut serta dalam pameran tingkat provinsi, Pak Camat juga yang merekomendasikan pepaya ini ke luar wilayah binaan,” papar Alim.***

Newsroom/Sri Agustina
Pasuruan

RZ LDKO CilegonPASURUAN. As if volunteer word had been part of Muhammad Zainul Alim or fondly called Alim. He said that before joining the Inspiring Volunteer, father of two children has at rancour also been poor in the world’s empowerment, one of which became a supervisor of PNPM. Since September 2013 Alim decided to become RZ Inspiring Volunteer. At that time Inspiring Volunteer was newly formed, Alim also became the first person in Wonosari which raise the local potential. “I’m a trees trimmer. All started from zero, “he said.

Seeing the potential of the promising nature for agriculture, Alim cooperate with IPB students to cultivate california papaya in his target area. “The seedlings was brought from IPB, the name is Calina, but because it is difficult to remember and unfamiliar then we call it california papaya,” He exclaimed, smiling.
Now the program becomes superior program in Wonosari, Pasuruan. In it journey the program met a lot of challenges. The majority of local residents, especially farmers of this area was initially reluctant to plant california papaya, because the reason was not proven yet.
The rejection did not make him discouraged, Alim train assisted children to plant and care for the california papaya to produce sweet fruit. “Once we did it by ourselves and harvest, and the yields can be sold quickly, then now people have started planting,” he explained.

Same as other ICD region, here also launched a scholarship program called “Beasiswa Ceria” Uniquely children are trained to help each other so they do not depend to Alim the Inspiring Volunteer n. Every night the assisted children will gather at Alim house to learn together. “Usually if they didn’t understand they would asked me or my wife who also amazingly helpful,” said Alim.

Alim also apply the same system for business facility providing, he provided business facility for welding and workshop for those who drop out from school. Now the children can teach their junior in vocational High School to practice in his lab. “I deliberately targeting young people in the empowerment, other than they are malleable, they still have plenty of time to share their knowledge to others,” said Alim.

Newsroom/Sri Agustina
Pasuruan

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia