MOTIVASI DAN SEMANGAT YANG TERLAHIR KEMBALI DI SD JUARA JAKBAR

RZ LDKO CilegonJAKARTA. (31/07). Semua manusia sejatinya adalah seorang pembelajar. Akan tetapi masalahnya kita secara tak sadar sering memberikan perlakuan kurang menyenangkan ketika anak belajar atau mungkin kita sewaktu kecil pernah mendapat stimulasi tidak menyenangkan semasa kecil.

Contoh kecilnyanya seperti saat anak kecil berumur sekitar setahun, mereka biasanya ingin memasukan semua barang ke dalam mulutnya. namun yang dilakukan oleh kebanyakan orang tua ialah melarang si anak secara verbal sembari menarik barang tersebut.

Hal tersebut bisa dikategorikan perilaku tidak menyenangkan bagi si anak. Lalu ketika anak sedang belajar berjalan, banyak larangan dari pihak orang tua atau pengasuh. Padahal ini adalah proses belajar si anak untuk mengisi informasi di otaknya.

Ketika sudah mulai berbicara dan banyak bertanya, jawaban yang didapatkan mungkin tidak mengenakan untuk anak. Bisa jadi ini karena faktor kelelahan saat mengasuh atau capek memberikan penjelasan yang berulang-ulang.

Lalu ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, sebut saja namanya Bayu, dia adalah salah satu siswa SD Juara Jakarta Barat yang pada saat ini duduk Di kelas 4. Orangtuanya mengeluhkan anaknya yang tidak suka belajar dan malas untuk datang ke sekolah, dan sudah mendapat peringatan dari gurunya.

Namun ketika ditanya tentang hobinya, Bayu dengan sigap menjawab hobinya adalah sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal. Bahkan ia hafal seluruh pemain inti dan pemain cadangan tim tersebut. Siapa pelatih dan assistennya, nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun serta daftar pencetak gol, pemberi assist dan poin klasemen liga beserta urutannya. Luar biasa bukan? Ini menunjukan tidak ada masalah dengan otak Bayu.

Namun masalahnya datang dari sumber yang lain. Yaitu Bayu pernah mengalami sebuah kasus yang unik, Bayu dituduh mencuri barang temannya, tetapi Bayu sendiri sama sekali tidak mengakuinya, namun karena semua teman kelasnya telah sepakat bahwa Bayu adalah pelakunya. Hingga akhirnya Bayu menjadi anak minder dan merasa malu. Bayu pun mengalami penurunan dalam segi belajar dan penurunan dalam tingkat kehadiran.

Berkat dukungan para guru di SD Juara Jakarta Barat yang terus berupaya mencari solusi untuk masalah tersebut, dengan memberikan sebuah motivasi dan stimulus yang berupa reward kepada bayu apabila mau kembali rajin belajar dan hadir ke sekolahnya. Kini Bayu menjadi sosok anak yang seperti hidup kembali dalam segi semangat dan juga motivasi untuk mencari ilmu di SD Juara Jakarta Barat.***

Newsroom/Rizki Setiawan
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi