MUHAMMAD RISKY INSANI, SISWA “SPESIAL” YANG RAJIN SHOLAT

RZ LDKO CilegonMEDAN. Sani, begitulah ia biasa dipanggil. Sani adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sani punya kakak yang sekarang duduk di kelas X dan seorang adik perempuan yang masih berusia 4 tahun. Ayahnya bekerja sebagai penjual ke pancung sedangkan ibunya hanyalah Ibu Rumah Tangga.

Karena kondisi keuangan yang pas-pasan, ayah Sani mengejar target jualan setiap hari. Akibatnya Sani sering dijemput hingga jelang maghrib. DI saat anak-anak yang lain telah tiba di rumah dan menikmati waktu istirahat, Sani harus menunggu menunggu sendirian di halaman sekolah dengan wajah yang sayu. Tapi saat adzan ashar berkumandang, Sani akan segera menuju ke Masjid untuk berwudhu dan sholat berjamaah.

Sani mulai bergabung dengan SD Juara sejak kelas I. Kala itu Sani sudah berpindah-pindah di dua sekolah. Hal ini dilakukan Ibunda Sani karena perlakuan sekolah yang tidak baik kepada Sani. Sani memang ‘berbeda’. Akibatnya ia sering di-bully guru dan teman di sekolah sebelumnya.

Akhirnya di tahun ketiga ia bersekolah, Sani dimasukkan ke SD Juara. Ibunya sangat berharap Sani berkembang dan menunjukkan prestasi yang gemilang di SD Juara. Di awal kelas, Sani menunjukkan kemampuan yang lebih dibandingkan teman-temannya. Namun seiring waktu, Sani pun mulai tertinggal. Kelas IV adalah waktu tergenting Sani.

Dia mulai jauh tertinggal. Setelah dilakukan psikotest, diketahui kalau Sani adalah anak spesial. Sani membutuhkan waktu remedial dan motivasi yang lebih dibandingkan teman-temannya. Sejak saat itu, ayah dan ibu Sani pun rutin mengikuti focus group discussion yang khusus diadakan sekolah untuk orangtua anak-anak berkebutuhan khusus. Di sekolah juga Sani iut dalam kegiatan khusus bersama Learning Support Unit. Perlahan Sani mulai menunjukkan kemajuan.

Sani yang dulu cengeng hanya karena kehilangan pensil sekarang tidak mudah menangis lagi. Sani yang dulu tidak berani menjawab pertanyaan kini percaya diri mengacungkan jari. Sani yang dulu hanya bisa menunduk malu karena keterbatasannya kini berani menatap dengan mata berbinar-binar.

Sani yang kini telah banyak berubah. Dan yang paling menakjubkan adalah, sudah sebulan ini Sani tak pernah tinggal sholat wajib. Sani berhasil mengalahkan teman-teman sekelasnya. Walaupun Sani anak spesial, namun kemampuan sholat wajibnya melebihi teman-temannya. Sungguh, hal ini sangat menakjubkan. Sani, kami yakin engkau pasti akan kian gemilang dengan bekal ibadah dan akhlaq yang mulia.***

Newsroom/Sahidan Gayo
Medan

Tags :
Konfirmasi Donasi