NIKMATNYA MEMBERDAYAKAN ANAK YATIM

Oleh : Danang Arif Darmawan, S.Sos, M.Si

Dosen Sosiatri (Social Development) FISIPOL UGM

Pemberdayaan adalah upaya untuk memberikan kekuasaan kepada masyarakat agar mereka lebih mandiri baik secara ekonomi, politik maupun sosial. Berangkat dari definisi tersebut kita dapat membedakan apakah sebuah program yang diberikan oleh masyarakat bersifat karitatif (hanya sekedar bagi-bagi) atau pemberdayaan. Namun demikian kalau kita kreatif di dalam mengcrafting (merajut), maka program yang semula bersifat karitatif dapat diinsert dengan ruh pemberdayaan sehingga menjadi pemberdayaan.

Salah satu ketertinggalan bangsa kita terhadap bangsa lain karena faktor kualitas SDM kita relatif rendah. Hal itu terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yakni sebesar 0.728 berada pada peringkat 108 dari 177 negara (UNDP,2007). Sementara batasan klasifikasi untuk negara maju nilainya di atas 0.800. Penyebab rendahnya kualitas SDM tersebut disebabkan karena kemiskinan yang melingkupinya.

Upaya peningkatan kualtias SDM dan pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai macam program seperti pendidikan dasar gratis (BOS), PNPM, BLT dan sebagainya. Upaya tersebut perlu diapresiasi sebagai wujud komitmen pemeritah terhadap amanat UUD 1945. Namun upaya tersebut belum cukup,karena pemerintahpun mempunyai keterbatasan dalam mengcover seluruh program yang ada.

Hadirnya Rumah Zakat adalah wujud dari pluralisme welfare yang mulai mengemuka merupakan sebuah keniscayaan. Bahwa persoalan rendahnya kualitas SDM yang berakar dari kemiskinan tidak hanya menjadi kepedulian dan tanggung jawab pemerintah namun juga tanggung jawab Swasta (Corporate), LSM (Non Government Organization) bahkan masyarakat sendiri.

Program Rumah Zakat yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM adalah program KSAB (Kembalikan Senyum Anak Bangsa). Program ini adalah program yang cukup cerdas untuk merespon fenomena sosial pendidikan dan kemisikinan di Indonesia. Titik yang membedakan program KSAB disebut sebagai program karitatif atau program pemberdayaan ada pada aspek pendampingan atau pembinaan kepada benefeciaries atau anak asuh tersebut.
 

Pendampingan atau pembinaan secara formal memang menjadi tanggung jawab Rumah Zakat sebagai  corporate provider layanan zakat. Namun apabila para donatur turut serta peduli tidak hanya sekedar memberikan donasi material maka program KSAB tentunya akan lebih berdaya, tidak hanya memberdayakan anak asuh tetapi juga memberdayakan donatur untuk terus istiqomah (konsisten) menyantuni sampai anak asuh tersebut mencapai jenjang pendidikan tinggi.

Agar supaya tetap istiqomah dan tidak sekedar menjadikan program KSAB hanya sekedar karitatif belaka, donatur perlu memberikan ruh pemberdayaan dalam menyantuni dengan membangun spiritual experience dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membangun silaturhim dengan anak asuh kita. Manfaatkan ZIS Consultant Rumah Zakat untuk mempertemukan kita sebagai donatur dengan anak asuh. Tentunya akan sangat bermakna kalau seandainya kita mendatangi rumah anak asuh bersama keluarga kita. Selama ini komunikasi kita sebagai donatur hanya lewat surat yang dilampirkan dalam laporan pendidikan anak asuh. Terkadang karena itu sebagai rutinitas, kita malas membaca karena dalam benak kita yang penting  sudah membayar tiap bulannya di Rumah Zakat. Padahal  banyak manfaat, baik yang kita dapatkan atau yang didapatkan oleh anak asuh ketika kita menjalin komunikasi bahkan interaksi dengannya.

Penulis mempunyai tiga orang anak asuh dalam program KSAB. Kurang lebih selama tiga tahun penulis belum pernah bertemu dengan ketiga anak asuh tersebut. Kunjungan itu ternyata membawa spiritual experience yang cukup mendalam bagi keluarga penulis dan semakin mendekatkan silaturahim dengan anak asuh. Anak penulis yang masih berumur 5 tahun menjadi tahu mengenai fenomena sosial yang ada dan semakin empati dengan anak yang tidak seperti dirinya.

Diakhir setiap kunjungan ke rumah anak asuh, ada getaran spiritual keharuan yang terasa. Ketika mau pamit untuk mohon diri dan menyatakan bahagia setelah bertemu dengan  keluarga anak asuh terasa bulu kuduk mendesir dan hati terasa lapang bahagia. Subhanallah. Semakin mantap dalam hati untuk terus menyantuni, mendampingi untuk mewujudkan cita-citanya. Sungguh nikmat kita rasakan ketika menyantuni mereka.

 

Tags :
Konfirmasi Donasi