NOUVAL ARMAYA, WIRAUSAHAWAN KECIL YANG RAJIN BACA ALQURAN

RZ LDKO CilegonMEDAN. Nouval, begitulah biasa ia dikenal. Nouval adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Nouval berasal dari keluarga pas-pasan. Ayahnya hanyalah buruh penarik becak bermotor. Setiap hari ayahnya harus membayar sewa betor kepada pemiliknya.

Bahkan terkadang ayahnya tak mendapat jatah betor dan hanya bisa menganggur di rumah. Ibu Nouval adalah wanita bermental baja. Kesulitan ekonomi tak membiarkannya duduk diam. Ibunya berjualan gorengan dan makanan camilan untuk menyokong kebutuhan keluarga.

Nouval adalah siswa kelas IV SD Juara Medan. Nouval memiliki usia tiga tahun lebih tua dibandingkan teman sekelasnya. Cobaan hidup menjadikan orangtua Nouval enggan menyekolahkannya sembarangan.

Untuk itu Nouval rela menunggu dua tahun hanya agar bisa sekolah di SD Juara Medan. Usia yang lebih tua ini menyebabkan Nouval sering berperan layaknya bos di kelas. Kecerdasan olahraga yang dimilikinya juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuannya dan memupuk rasa percaya dirinya. Nouval superior di kelasnya.

Hal yang patut diacungi jempol dalam diri Nouval adalah kemauan kerasnya. Walaupun Nouval berjiwa superior di kelas, namun diam-diam jiwa perhatiannya muncul saat melihat ibunya kesulitan menjual gorengan. Atas kebijaksanaan sekolah, Nouval boleh berjualan jajanan buatan ibunya setiap hari di sekolah. Padahal seharusnya market day hanya jatuh di hari jumat saja.

Setiap hari Nouval pun bebas berjualan di sekolah. Risol, bakwan jagung bahkan sate rendang ayam, dan apapun yang dapat dijual. Guru dan para siswa dengan senang hati membeli jualan Nouval. Selain itu, Nouval juga memiliki semangat yang tinggi untuk dapat membaca Al-Quran. Dengan ikhlas ia menemui guru pembimbing sehingga akhirnya dalam waktu tiga bulan ia sudah bisa membaca Al-Quran. Walaupun masih tertatih, namun semangat Nouval patut diacungi jempol.***

Newsroom/Zahidan Gayo
Medan

Tags :
Konfirmasi Donasi