PAKET KEDZALIMANINJUSTICE PACKAGE

Oleh: Imron Baehaqi

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi,” mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang melakukan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak merasa.” (QS. al Baqarah [2]:11-12).

Alquran menyebutkan sejumlah kaum dan tokoh yang melakukan perbuatan destruktif atau kezaliman di muka bumi. Seperti, bangsa Yahudi, kaum Tsamud, Yakjuj dan Makjuj, Fir’aun, Qarun, dan sederetan nama dan kaum lainnya.

Mereka diabadikan dalam Alquran sebagai pelaku atau agen kerusakan, al Mufsiduuna fil Ardh. Atau dengan bahasa lain, az Zhalimun (orang-orang yang berbuat zalim). Secara umum dan spesifik, Alquran juga menerangkan diversitas atau bentuk-bentuk kerusakan yang terjadi di atas bumi.

Misalnya, merampas atau mencuri harta milik orang lain, baik pribadi maupun milik umum (QS Yusuf [12]: 73). Menghalang-halangi manusia menuju jalan yang diridhai Allah merupakan bentuk kerusakan di muka bumi (QS al-‘Araf [7]:86).

Menuruti hawa nafsu duniawi dengan gejalanya seperti cinta dunia dan takut mati, budaya meterialistik, hedonis, tamak dan seumpamanya (QS. al-Mukminun [23]: 71).

Termasuk jenis kerusakan yang dijelaskan dalam Alquran adalah sikap orang-orang Mukmin yang menjadikan orang-orang yang tidak seakidah sebagai pemimpin (QS al Anfal [8]:73).

Lebih-lebih apabila umat Islam menjadikan sekelompok orang sebagai teman setia atau kiblat politik, padahal selama ini mereka jelas-jelas memusuhi dan memerangi atas nama agama (QS. al-Mumtahanah [60]:8-9).

Demikian juga kepongahan dan kesewenang-wenangan dengan segala indikatornya, seperti merancang konflik, penindasan dan pembunuhan secara biadab adalah bentuk kerusakan yang sangat nyata (QS al-Qashash [28]:4).

Seorang pakar tafsir terkemuka di era sahabat, Abdullah bin Mas’ud, ketika menafsirkan ayat yang dikemukakan pada pendahuluan di atas (QS al-Baqarah [2]:11-12) mengatakan, yang dimaksud kerusakan di muka bumi dalam ayat ini adalah jalan kekufuran dan perbuatan maksiat.

Sehingga logis, apabila sejumlah ulama tafsir menarik sebuah kesimpulan, kekufuran dan maksiat kepada Allah merupakan sumber kerusakan. Maknanya, status kufur dan maksiat adalah akar kerusakan yang menimbulkan kerusakan-kerusakan yang lain di atas bumi.

Sebagaimana dikatakan salah seorang ahli tafsir, Imam Asy-Syaukani, perbuatan syirik (menyekutukan Allah) dan maksiat adalah sebab timbulnya berbagai kerusakan di alam semesta. Kesimpulannya, Islam adalah agama yang menghendaki keselamatan dan kemakmuran di atas bumi.

Apa pun bentuk kerusakan dan kemudharatan sebagaimana disebutkan di atas, semuanya bertolak belakang dengan prinsip dan syariat Islam.

Orang-orang yang memerangi Allah dan rasulNya dan orang-orang yang senantiasa berbuat kerusakan merupakan satu paket kezaliman yang sejak dulu diperangi oleh para Nabi dan Rasul.

Adapun ancaman atau hukuman yang pantas bagi orang-orang yang melakukan paket kezhaliman di atas, Alquran kembali menunjukkan salah satu dimensi kemukjizatannya kepada kita.

“Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar. Kecuali orang-orang yang bertaubat sebelum kamu menguasai mereka, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.” (QS al-Maidah [5]:33-34). Wallahu Al-musta’aan.

Sumber: republika.co.id
By: Imron Baehaqi
And when it is said unto them: Make not mischief in the earth, they say: “We are peacemakers only”. Are not they indeed the mischief-makers? But they perceive not. (QS. al Baqarah [2]:11-12).
Al Quran mentions a number of people and figures who do destructive or injustice act in the earth. Such as, the Jewish nation, Thamud, Yakjuj And Makjuj, Fir’aun, Qarun, and others.

They are immortalized in Quran as a principal or an agent of destruction, al mufsiduuna fil ard or in other word, az zhalimun (those who do injustice act). Generally and specifically, the Quran also explained diversity or other forms of damage that occurred in the earth.

For example, robbery or stealing the others property, both private and public property (Surah Yusuf [12]: 73). To turn away from Allah’s path him who believe in Him is a form of corruption on earth (al-‘Araf [7]: 86).

Indulge lust with symptoms such as loving the world and fear of death, meterialistic culture, hedonistic, greedy and for instance (QS. Al-Mukminun [23]: 71).
Including the type of damage that is described in the Qur’an that is attitude of the believers that make people who do not in same belief as a leader (Sura al-Anfal [8]: 73).

The more so when Muslims make a group of people as a loyal friend or a political reference, but so far they are clearly hostile and fighting in the account of religion (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8-9).

Likewise, hubris and arbitrariness by all indicators, such as designing a conflict, repression and savage murder is a very real form of damage (Surat al-Qasas [28]: 4).

A Qur’an commentator expert on the leading Companions era’s, Abdullah bin Mas’ud, when interpreting the verse that was stated in the introduction above (Surah al-Baqarah [2]: 11-12) says that the corruption on earth in this verse is the infidel and immoral acts.

So logically, when a number of scholar commentaries draw a conclusion, infidelity and immorality to God is the source of the damage. Meaning, status of infidelity and immorality is the cause roots of damage or other damages on the earth.

As one commentator said, Imam Ash-Syaukani, shirk (associating partners with Allah) and immorality is the cause of various damage in the universe. In conclusion, Islam is a religion that requires safety and prosperity on earth.

Whatever the form of damages and deterioration as mentioned above, are all contrary to the principles and Islamic law.

Those who make war against Allah and His Messenger and those who continue to do damage is a package of injustice that has always fought by the Prophet and Messenger.
The threat or an appropriate punishment for people who commit injustice package above, the Qur’an showed one dimension of His miracle to us.
The only reward of those who make war upon Allah and His messenger and strive after corruption in the land will be that they will be killed or crucified, or have their hands and feet on alternate sides cut off, or will be expelled out of the land. Such will be their degradation in the world, and in the Hereafter theirs will be an awful doom. Save those who repent before ye overpower them. For know that Allah is Forgiving, Merciful. [5]:33-34). Wallahu Al-musta’aan.
Source: republika.co.id

firaun-_120920174348-780

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia