PELATIHAN PENGURANGAN RESIKO PERUBAHAN CUACA UNTUK PETANI ICD MEKARWANGITRAINING HOW TO REDUCE WEATHER CHANGES RISK TO MEKARWANGI ICD FARMERS

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Perubahan cuaca seringkali menjadi kendala utama yang dialami mayoritas petani Indonesia. Biasanya petani memanfaatkan musim hujan untuk masa bercocok tanam walaupun tidak jarang hasil panennya tidak sesuai dengan yang dirapkan dikarenakan terkena hama ataupun harga jual yang sangat murah sehingga tidak menutupi operasional selama musim tanam.

Sebaliknya di musim kemarau yang panjang sedikit para petani yang melakukan cocok tanam karena terkendala pengairan. Di tengah segala kendala yang di alami oleh petani, RZ menghadirkan sebuah kegiatan bagi petani untuk penanggulangan resiko perubahan cuaca dalam melaksanakan aktivitas pertanian.

Kegiatan ini dilaksanakan di ICD Mekarwangi Lembang kepada petani binaan RZ yang tergabung dalam kelompok Tani Bangkit Mandiri yang beranggotakan 30 orang. Adapun waktu pelaksanaan pelatihan dilaksanakan secara berkelanjutan selama 6 bulan dimulai bulan November 2015 sampai dengan bulan April 2016, kegiatan pelatihan di rancang dengan konsep sekolah lapangan yang memadukan antara 30 % teori dan 70% praktek.

Pertemuan kali ini petani melakukan praktek pembuatan pupuk organik dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lahan petani seperti batang pohon pisang yang sudah di panen buah nya, buah-buahan busuk, kotoran domba dan air seni kelinci yang kesemua bahan tersebut sangat mudah di dapatkan di ICD Mekarwangi.

Pa Karya selaku ketua kelompok tani Bangkit Mandiri mengatakan “Saya selaku ketua kelompok tani Bangkit Mandiri merasa senang dengan adanya kegiatan pelatihan yang berkelanjutan seperti ini, karena selama ini yang mengadakan penyuluhan-penyuluhan biasanya dari perusahaan obat pertanian dan sifatnya isidental Itu pun hanya tujuan nya agar obat yang di produksi mereka dapat laku.”

Newsroom/Deni Wahyudi
Bandung

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Weather change is often become major obstacles experienced by the majority of Indonesian farmers. Usually farmers plant their crops during rainy day, although sometimes the yield doesn’t meet farmer expectation because of pests or because the price is very cheap so it does not cover operational during the growing season.

In contrast, in the long dry season three are some farmers who do cultivation but they experienced water barrier. In the midst of the obstacles experienced by farmers, RZ represents an activity for farmers to combat the risk weather change in carrying out agricultural activities.

The event was held in ICD Mekarwangi Lembang to RZ assisted farmers who are members of kelompok Tani Bangkit Mandiri which have 30 members. As for the timing of the training will be carried out for 6 months starting in November 2015 until April 2016, the training is designed with the concept of field schools that combine 30% theory and 70% practice.

The meeting farmers practicing organic fertilizer using materials available around farmers’ fields such as banana trees that have been harvested, rotten fruit, sheep dung and rabbits urine that are very easy to get in ICD Mekarwangi.

MR. Karya as the leader of kelompok tani Bangkit Mandiri said “I as leader of kelompok tani Bangkit Mandiri is very grateful with the on going training like this, because so far the training like this was by agriculture drug companies and it was incidental That was just because they want their product can be sold.

Newsroom/Deni Wahyudi
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia