Pengertian Sedekah

Siapa sih yang nggak kenal Denny Cagur, salah satu komedian sukses dan kaya raya saat ini, sosoknya kini laris manis mengisi acara televisi dan channel YouTube dengan banyak subscriber.

Dibalik kesuksesannya, Denny dulu pernah hidup susah, uangnya pernah tersisa Rp1,2 juta saja, Denny menyisihkan Rp 200 ribu saja untuk dirinya. Sementara uang Rp 1 juta Ia berikan kepada salah satu masjid.

Tak disangka selesai syuting, Denny mendapatkan uang berjumlah fantastis. Yakni Rp 200 juta lebih usai bersedekah Rp 1 juta.

Inilah keajaiban sedekah, kalau sahabat, percaya nggak sih ada kekuatan sedekah? atau mungkin pernah punya pengalaman tentang keajaiban sedekah?

Dilansir dari Baznas.go.id, Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

Salah satu ciri orang bertakwa (muttaqin) lainnya adalah gemar berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, saat senang maupun susah, di waktu kaya maupun miskin, dan ini dilakukan secara istiqamah.

Allah SWT berfirman, “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran : 134).

Keutamaan Sedekah

  1. Mendatangkan rezeki

Salah satu cara untuk memancing datangnya rezeki banyak adalah dengan bersedekah. Rezeki adalah rahasia Allah yang diberikan kepada manusia sesuai dengan kadar usaha dan kemampuannya.

Rezeki tidak mesti diberikan oleh Allah sesuai dengan yang diinginkan oleh manusia. Bisa jadi ketika seseorang menginginkan misal motor atau mobil namun belum juga terpenuhi, mungkin memang Allah berkehendak demikian.

Karena mungkin bisa saja hal itu akan menjadi kemudaratan besar baginya, misal kecelakaan yang akan membawanya sengsara. Naudzubillah.

Sahabat, jika kita sering bersedekah dalam keadaan sempit atau lapang, sedekah tersebut akan dikembalikan dengan cepat oleh Allah SWT. Apalagi jika sedekah kita dapat membuat orang kaget, maka Allah akan mengganti sedekah tersebut dengan yang mengagetkan pula.

  1. Melipatgandakan pahala

Allah berfirman : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (Qs. Al-Baqarah : 245).

Dengan bersedekah, maka Allah akan melipatgandakan pahala dan balasan untuknya. 1 (satu) kebaikan menjadi sepuluh bahkan sampai 700 kali lipatnya, dan bahkan sampai jumlah tak terbatas.

  1. Mengobati Penyakit

Cara Allah SWT mengganti berkali-kali lipat jumlah sedekah juga tidak hanya berupa harta. Salah satu manfaat sedekah adalah mengobati penyakit.

Rasulullah SAW bersabda : “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah.”

Pahala yang berlipat ganda,  serta menjauhkan dari bala menjadi salah satu cara Allah untuk membalas orang-orang yang bersedekah.

  1. Menghapus Dosa

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api,” (HR. At-Tirmidzi). Akan tetapi, bukan berarti dosa-dosa akan terhapuskan begitu saja tanpa disertai dengan taubat dan perbuatan yang baik.

Perbedaan Sedekah dan Sedekah Jariyah

Sedekah bertujuan melaksanakan sunnah dengan berharap pahala di akhirat. Sedekah itu adakalanya 1) temporer dan berbatas waktu (manqadliyah) dan adakalanya 2) tidak  berbatas waktu (jariyah)

Contoh dari sedekah yang temporer adalah sedekah manfaat mobil selama terjadinya bencana. Ketika bencana telah usai dan situasi kembali normal, maka mobil itu kembali kepada pemilik asalnya.

Sementara contoh sedekah jariyah adalah mensedekahkan sebuah mobil atau aset tak bergerak lainnya kepada lembaga sosial atau personal tertentu. Kemudian aset tersebut digunakan untuk operasional lembaga. Sedekah seperti ini pahalanya terus mengalir sejak harta/aset itu diserahkan hingga barang itu lenyap atau bahkan orang yang bersedekah meninggal.

Perbedaan keduanya itu bisa dirinci sebagai berikut:

Pertama, aset wakaf tidak bisa diwariskan dan dijadikan hak milik perorangan, sehingga tidak bisa dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Barang wakaf tersebut adalah hak milik Allah SWT. Sementara pada sedekah, aset yang diserahkan bisa diwaris, dihibahkan, dan bahkan dijadikan hak milik oleh lembaga atau perorangan.

Kedua, pihak yang mendapatkan wakaf hanya berhak atas hasil pengelolaan dari aset wakaf, sementara pada sedekah, pihak yang menerima sedekah berhak atas barang dan hasil pengelolaan secara mutlak.

(Sumber: intisari dari bincangsyariah.com, Baznas.go.id)

Yuk sedekah dan rasakan keajaibannya!

Klik link : https://www.rumahzakat.org/l/sedekahmubantumereka/

Transfer Donasi :

BCA 094 301 6001

Mandiri 132000 481 974 5

Bank Syariah Indonesia (BSI) 701 551824 8