PERINGATI HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL, BS BINA MANDIRI SaOSIALISASI PROGRAM BANK SAMPAH KE SEKOLAH

KISARAN. (24/2/19) – Dalam rangka menyemarakkan Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, Bank Sampah (BS) Bina Mandiri melaksanakan kegiatan sosialiasi program bank sampah kepada para peserta Giat Kemah Hijau Komunitas Pelajar Pencinta Lingkungan di MAN Asahan, 24 Februari 2019. Kegiatan Kemah Hijau yang dihelat mulai tanggal 23 – 24 Februari 2019 ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari 30 sekolah se-Kabupaten Asahan mulai jenjang SD hingga SMA.

Dalam kesempatan tersebut, Eko Priadi, selaku Project Facilitator Program Bank Sampah Bina Mandiri, menjelaskan bahwa sudah sejak lama sampah menjadi masalah pelik di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada banyak masalah lingkungan, yang paling mengkhawatirkan adalah Global Warning dan pencemaran limbah micro plastik di lautan.

“Bumi yang menjadi tempat tinggal kita dan makhluk hidup lainnya ini kini sudah mulai rusak. Oleh sebab itu, kalau kita ingin bumi ini tetap lestari hingga anak cucu kita nanti, maka sudah seharusnya kita sebagai generasi muda untuk peduli dan ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan, mulai dari diri sendiri, dari lingkungan
terdekat kita, dari sekolah kita.” Ungkap Eko dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa salah satu upaya pelestarian lingkungan yang sangat mungkin untuk diterapkan di sekolah adalah melalui program bank sampah. Konsep pengelolaan sampah yang awalnya dilakukan dengan metode “kumpul angkut buang” harus mulai beralih pada konsep pengelolaan sampah berkelanjutan dengan program yang melibatkan warga masyarakat secara aktif yang berbasis pada metode 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Salah satu model pengelolaan sampah yang mulai dikembangkan saat ini adalah program bank sampah.

Melalui program ini, sampah tak lagi menjadi ‘sampah’ yang dibuang. Akan tetapi, sampah berubah menjadi aset yang bernilai jual.

BS Bina Mandiri terus mendorong masyarakat, termasuk kalangan pelajar untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna, atau memiliki nilai ekonomis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
dengan mengoptimalisasi program “Ayo Menabung dengan Sampah” yang selama ini melibatkan warga dan kini mulai merambah ke sekolah.

Sejak didirikan pada Agustus 2018 lalu, BS Bina Mandiri yang diinisiasi oleh CSR PT. Pertamina TBBM Kisaran dan Rumah Zakat tersebut mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat dan kini telah menjadi salah satu pionir dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di kota Kisaran.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilanjutkan dengan simulasi praktik penyelenggaraan bank sampah oleh para peserta yang didampingi langsung oleh tim pengurus BS Bina Mandiri. Mekanisme kerja bank sampah terdiri dari pemilahan sampah di rumah warga masing-masing, kemudian penyetoran, penimbangan, pencatatan dan pengangkutan oleh bank sampah. Adapun jenis sampah yang dikelola oleh bank sampah mencakup sampah Organik dan Anorganik.

Sampah basah atau sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik atau sampah kering dijual lagi ke pengepul maupun dibuat menjadi kreasi unik yang dapat dijual kembali. Di antaranya adalah tempat tissue, vas bunga, tas, dan dompet dari koran bekas, bunga hias dari plastik bekas, lampu hias dari botol bekas, dan kerajinan ecobrick dari sampah botol dan plastik bekas.

“Melalui kegiatan Kemah Hijau dan sosialisasi program bank sampah ini diharapkan para peserta mampu menjadi duta lingkungan dan kader-kader penggerak bank sampah di sekolahnya masing-masing. Dengan terbentuknya bank sampah di sekolah-sekolah, kesadaran para pelajar untuk melestarikan lingkungan semakin meningkat dan volume sampah yang berakhir di TPA bisa diminimalisir” ujar Eko

Newsroom
Nelly/ Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi