PERJUANGAN YSAHA IBU SITI ROMLAH

RZ LDKO CilegonYOGYAKARTA. Era globalisasi seperti sekarang ini membuat persaingan sangat ketat membuat tekanan hidup semakin tinggi yang dirasakan oleh masyarakat miskin. Namun sifat manusia yang memiliki kekuatan tersendiri untuk memperbaiki kondisi selalu mencari cara untuk terlepas dari berbagi tekanan termasuk kebutuhan ekonomi. Seperti yang dialami oleh Ibu Siti Romlah, dimana sedang merasakan kondisi keuangan keluarga yang serba kekurangan. Kondisi tersebut dikarenakan oleh pekerjaan suami yang serabutan sehingga tidak cukup penghasilannya untuk membiayai keluarga.

Namu keadaan tersebut tidak membuat Ibu Siti putus asa, dengan berfikir keras untuk membantu suami memenuhi kebutuhan perekonomian kelaurga akhirnya memutuskan untuk menjalani sebuah usaha. Dengan modal yang diperoleh melalui pinjaman ke koperasi sekitar rumahnya yang berada di Simping Rt 3 Rw 2 Sidomoyo Godean. Akhirnya pinjaman sebesar Rp1000.000 didapatkan untuk digunakan membuat rempeyek, nasi bungkus, dan lauk pauk yang dijual oleh Ibu Siti dengan cara keliling disekitar kampung.

Namun ketiga produk jualan Ibu Siti belum memberkan penghasilan yang cukup dikarenakan sepinya pembeli, sehingga memaksa ibu Siti untuk memikirkan produk lain yang lebih banyak diminati oleh warga desa disekitar rumahnya, akhirnya terfikir oleh Ibu Siti untuk membuat risoles segitiga.

Risoles goreng berbentuk segitiga atau sering dikenal dengan nama “Samosa” menjadi cemilan yang disenangi oleh konsumennya. Maka sejak saat itu beliau menjual risoles segitiga tersebut dengan dititipkan di warung-warung makanan ringan di pasar Godean, pasar Cebongan dan warung snack di sekitar Godean.Terhitungan setiap hari risoles yang dititipkan di warung-warung sekitar 100 buah.

Keberhasilan risoles yang memiliki banyak konsumen tidak menghentikan langkah Ibu Siti untuk terus berkreatifitas dan mencoba produk baru, maka pada awal tahun 2012, beliau menambah produk baru yaitu kue lumpur. Keberhasilan sedang berada di tangan bu Siti sehingga produk ini pun diterima baik oleh pasar dan banyak konsumen yang berminat. Setiap hari beliau membuat sekitar 100 kue lumpur untuk dititipkan bersama kue risoles. Melaui kedua produk ini menjadikan nama Ibu Siti mulai dikenal sebagai produsen kue lumpur, risoles dan aneka snack lainnya.

Tahun 2013, ibu Siti mulai melihat peluang usaha saat menjelang hari raya Idul Adha dengan menerima jasa pembuatan abon dari warga. Pertama kali beliau menerima sekitar 30 kg daging yang diminta dibuatkan abon, dalam proses pembuatannya Ibu Siti olah dengan peralatan seadanya seperti memasak dan mengeringkan daging cacah yang siap dijadikan abon.

Selama beberapa tahun memproduksi risoles, kue lumpur, snack dan abon menggunakan alat produksi seadanya. Selain yang dimiliki, beliau juga meminjam peralatan lain ke tetangga seperti panci besar, wajan besar, bahkan mixer. Untuk produksi kue lumpur ibu Siti hanya mempunyai 3 cetakan dan penutup teflon kecil. Hal ini menjadi sebuah kendala tersendiri bagi beliau untuk meneruskan usahanya.

Sejak tahun 2014 awal ibu Siti mendaftar untuk ikut program Bantuan Wirausaha menjadi penerima manfaat RZ. Melihat perjuangan yang cukup lama dan beberapa kriteria memenuhi persyaratan sebagai Penerima Manfaat atau member RZ, beliau mendapat bantuan modal dan sarana usaha seperti mixer, cetakan lumpur, panci dan wajan besar. Bantuan tersebut benar-benar mampu meningkatkan produksi usaha jualan makanan ringan ibu Siti, sehingga sekarang telah memiliki berbagai jenis bentuk jajanan atau makanan ringan yang dapat diproduksi.

Tahun 2015, pemasaran penjualan produk ibu Siti meluas dan konsumen meningkat terbukti tiap hari membuat risoles dan kue lumpur, yang di antar untuk dijual di salah satu universitas di Yogyakarta, di pinggir jalan Goedan da nada juga yang dititipkan di warung snack.

Selain itu di bulan Idul Adha ibu Siti sempat menerima daging 100 kg lebih untuk dibuat abon. Alhamudlillah dari hasil usaha yang dijalani selama ini, Ibu Siti Romlah bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan saat ini, suami Ibu Siti juga ikut membantu dalam menjalankan usaha tersebut.

“Pendampingan usaha oleh RZ adalah sebuah karunia yang luar biasa bagi keluarga saya. Apa yang dulu cuma impian, seakan menjadi kenyataan kini. Saya sekarang bisa fokus untuk mengembangkan usaha snack ini, ingat ketika dulu kalau mau produksi dan ada pesanan, harus memikirkan modal dan meminjam alat. Alhamdulillah adanya bantuan modal dan sarana usaha RZ, semua hal itu terselesaikan. Kini semakin bisa mengatur pengeluaran dalam usaha, seperti pencatatan baik keuangan maupun pencatatan pesanan, pengelolaan waktu untuk usaha. Kini saya ingin terus mengembangkan usaha saya, sehingga saya bisa turut menjadi orang yang membantu orang lain.” Ujar bu Siti mengakhiri cerita usaha beliau.***

Newsroom/Yadi Mulyadi
Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi