Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, posyandu binaan Rumah Zakat melaksanakan kegiatan pelayanan keshatan untuk balita.

TEMANGGUNG – Masa pandemi yang masih berlangsung memaksa semua kegiatan harus dilakukan dengan menerapkan pembatasan jumlah orang, termasuk kegiatan posyandu. Sebagaimana terlihat saat pelaksanaan posyandu di Dusun Juwari, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan pada Minggu (14/2).

Posyandu kali ini hanya melaksanakan penimbangan dan pelayanan gizi bagi balita. Kegiatan ini pun dilaksanakan secara terbatas, hanya melayani 4 balita setiap gelombang. Kegiatan posyandu yang mendapatkan dukungan dari Rumah Zakat dalam bentuk pemberian makanan tambahan ini diikuti oleh 24 balita yang datang secara bergiliran.

Anantiyo Widodo selaku fasilitator Rumah Zakat menyampaikan bahwa berhentinya kegiatan posyandu selama pandemi akan berdampak pada pendataan masalah balita. Ia menambahkan, jika berlangsung lama dikhawatirkan akan terjadi kasus gizi buruk atau stunting tanpa diketahui.

“Pentingnya kegiatan posyandu adalah untuk deteksi dini atas perkembangan balita sehingga bisa dilakukan penanganan lebih cepat,” ujar Anantiyo.

Pengurus Posyandu Swadarmarini VII menyampaikan kegembiraannya dapat bekerjasama dengan Rumah Zakat. Sumiyati, ketua Posyandu berharap dengan dukungan Rumah Zakat, posyandu dapat berjalan maksimal untuk memastikan tumbuh kembang balita di dusunnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Seneng puji rahayu, Ketua TP PKK Desa Kedungumpul ini berlangsung dari jam 13.00 hingga 16.00.

Newsroom

Anantiyo Widodo/Amri Rusdiana