Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan. Ada diet mediterania, diet rendah karbohidrat, diet keto, hingga diet paleo. Selain itu, puasa intermiten juga menjadi salah satu cara menurunkan berat badan yang populer.

Puasa intermiten merupakan cara makan yang melibatkan puasa jangka pendek dan regular. Lalu bagaimana metode ini bisa begitu efektif menurunkan berat badan? Berikut penjelasan ahli seperti dilansir di Eat This, Not That! Selasa (8/6).

1. Puasa membuat tubuh lebih banyak membakar lemak

Saat berpuasa, tubuh akan lebih sering membakar lemak untuk bahan bakar. “Saat Anda berpuasa, kadar insulin dan glikogen (penyimpanan energi otot) akan turun karena Anda tidak makan. Akibatnya, tubuh akan memanfaatkan pembakaran lemak untuk energi tubuh,” kata ahli nutrisi, Lyssie Lakatos.

2. Membantu mengatur nafsu makan dengan lebih baik

Lyssie Lakatos menjelaskan, salah satu manfaat dari metode puasa adalah efek ketosis pada nafsu makan. Karena puasa mengurangi ghrelin (hormon rasa lapar), itu kemudian akan membantu Anda untuk merasa lebih kenyang dan mengatur nafsu makan dengan lebih baik.

3. Membantu memaksimalkan sekresi hormon pencernaan

Saat berpuasa, Anda dapat menyelaraskan jadwal makan dengan ritme sirkadian tubuh, proses internal alami yang mengatur siklus tidur-bangun. Dengan melakukan ini, Anda dapat mengoptimalkan metabolisme tubuh dan membantunya berjalan lebih efisien.

“Ketika Anda menyelaraskan puasa intermiten dengan ritme sirkadian alami tubuh, Anda bisa memaksimalkan sekresi hormon untuk pencernaan. Dengan melakukan ini, tubuh Anda dapat lebih efisien mencerna makanan kanan di siang hari untuk aktivitas bahan bakar,” kata Lakatos.

Selain penurunan berat badan, keuntungan kesehatan lain dari puasa intermiten adalah bisa membantu mengurangi risiko diabetes.

4. Menghindari kebiasaan makan larut malam

Menurut Lakatos, salah satu hal terbaik tentang puasa intermiten adalah seseorang akan menghilangkan kebiasaan ngemil ketika larut malam. Kebiasaan ngemil sangat dikaitkan dengan penambahan berat badan dan itu juga telah terbukti mengganggu proses metabolisme alami.

sumber: republika.co.id