Rumah Zakat menyalurkan bantuan Ramadhan Bebas Hutang kepada para pejuang keluarga.

SOLO – Salah satu program Rumah Zakat dibulan Ramadhan ini adalah Ramadhan Bebas Hutang (RBH). Melalui program ini, Rumah Zakat berusaha untuk membantu masyarakat kurang mampu yang memiliki tunggakan biaya atau hutang yang belum bisa terlunasi.

Salah satu penerima manfaat program RBH tersebut ialah Agus Wahyudi, yang terus berjuang mencari nafkah dan merawat 3 orang putrinya. Istri Agus sudah meninggal karena sakit kanker paru-paru pada bulan Agustus 2020 lalu.

Diketahui penghasilan Agus sebagai buruh di bagian gudang toko alat tulis sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat akan memasukkan anak kejenjang SMP, Agus terpaksa meminjam uang kepada salah satu temannya untuk biaya sekolah dan selebihnya untuk memenuhi kebutuhan saat merawat istrinya yang sedang sakit.

Ketika mendapat bantuan dari Rumah Zakat, Agus pun nampak bahagia. Karena dirinya bisa segera melunasi hutang yang ia miliki.

“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT dan jyga Rumah Zakat serta para donaturnya yang telah meringankan salah satu beban saya. Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan Rumah Zakat dan donaturnya,” ucap Agus, Kamis(29/4).

Selain Agus, ada juga penerima manfaat lain dari program Ramadhan Bebas Hutang yang disalurkan melalui Rumah Zakat Cabang Solo. Dia adalah Sri Nurhayati, ibu dari 3 anak yang berjuang sendiri membesarkan dan membiayai putra putrinya sepeninggal suaminya karena sakit.

Sebelum pandemi, biaya SPP kedua putra putri beliau yang masih sekolah bisa dibayarkan dengan lancar dengan bantuan beasiswa dari Rumah Zakat. Namun setelah pandemi ini, penghasilan beliau dari jasa menjahit menurun dan biaya kebutuhan sekolah anak-anaknya bertambah untuk menyediakan kuota.

Salah satu beasiswa anaknya sebagiannya dialihkan untuk membeli kuota sehingga SPPnya belum dibayarkan selama 5 bulan. Sri sempat meminjam uang kepada tetangganya untuk membayar biaya SPP anaknya karena sudah diingatkan oleh pihak sekolah untuk dibayarkan sebelum pelaksanaan ujian.

Bersyukur,  melalui program Ramadhan Bebas Hutang, hutang yang dimiliki Sri bisa diselesaikan dibulan Ramadhan ini.

“Saya meminjamkan uang kepada Bu Nur agar anaknya bisa tetap semangat sekolah dan Bu Nur tidak sampai berhutang ke rentenir. Sudah susah malah tambah susah lagi nanti,” ucap Ifa, tetangga yang meminjamkan uang kepada Nur.

Newsroom

Lisana Widi/Amri Rusdiana