RAMADHAN DAN KEIMANAN

Mengawali bulan Ramadhan 1432 H ini tentu kita akan mendapat tausiyah tentang perintah melaksanakan shaum yang diabadikan Allah dalam QS Albaqarah: 183

Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian bershaum, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.


Shaum Ramadhan untuk Orang Beriman

Menurut Jalaludin Asyatibu, Allah SWT menggunakan kata “aamanuu” untuk menyeru orang-orang yang beriman berpuasa. Kata “aamanuu” adalah bentuk jamak dari kata “amana” yang berarti sudah beriman. Siapapun yang sudah beriman diwajibkan berpuasa. Oleh sebab itu, shaum Ramadhan diwajibkan untuk muallaf (orang yang baru masuk Islam) dan juga orang-orang yang telah lahir sebagai muslim. Shaum Ramadhan diwajibkan bagi orang yang baru baligh dan juga orang tua. Shaum Ramadhan diwajibkan kepada orang yang imannya masih rendah atau tinggi. Allah SWT mewajibkan ibadah shaum Ramadhan kepada orang yang sudah beriman tanpa memperhatikan tingkat keimanannya.

Untuk membedakannya, kita bandingkan dengan kata almu’minun. Almu’min adalah kata sifat yang menempel pada si pemilik sifat. Arti kata almu’min adalah orang yang keimanannya sudah menempel pada dirinya. Jika diibaratkan, ketika kita memiliki handphone berwarna hitam, maka ketika dimasukkan ke dalam tas, warna handphone tersebut akan tetap hitam. Begitupun keimanan pada kata almu’min, ia menempel pada pemiliknya. Segala aktivitasnya mencerminkan keimanan. Lain halnya dengan iman pada kata amanu tadi, keimanan yang dimiliki bisa goyah.
Allah menjelaskan tentang Almu’min ini dalam QS Al-anfal : 2-3

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. 0rang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Shaum Berarti Menahan

Secara bahasa, shaum Ramadhan berarti al-imsak atau menahan. Menahan diri dari hawa nafsu. Hawa nafsu ini berupa nafsu makan, minum, atau nafsu seksual. Nafsu makan dan minum ditahan dengan berpuasa dan nafsu seksual ditahan dan dikendalikan dengan tidak melaksanakan hubungan suami-istri pada waktu yang telah ditentukan yaitu sejak fajar hingga terbenam matahari. Menahan berarti meredam sesuatu agar tidak meraja. Menahan berarti mengendalikan sesuatu agar sesuai dengan aturan. Menahan tidak sama dengan memerangi. Melaksanakan shaum Ramadhan berarti menahan hawa nafsu bukan memerangi hawa nafsu. Mengapa berbeda? Karena berperang selalu ada pihak yang dibunuh. Tentu dalam bulan Ramadhan kita tidak sedang memerangi hawa nafsu. Jika hawa nafsu diperangi, maka tidak akan ada kehidupan di dunia ini. Jika nafsu makan telah mati, manusia akan enggan makan dan semakin banyak orang yang mati karena tidak makan. Jika nafsu seksual dibunuh, tidak akan ada keturunan dan manusia akan punah. Oleh sebab itu, Islam memerintahkan ibadah shaum Ramadhan agar manusia dapat menahan dan mengendalikan hawa nafsu.

Ramadhan yang Dinanti

Ahlan wa sahlan adalah kata sambutan yang berarti selamat datang. Ini biasa disampaikan oleh orang Arab ketika ada tamu yang datang. Namun, khusus untuk bulan Ramadhan, ia disambut dengan kata marhaban. Di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, bayi yang baru lahir biasanya disambut dengan ritual marhabaan yang berarti sambutan. Sambutan untuk bayi yang baru lahir tentu sambutan kegembiraan walaupun nantinya bayi itu tentu merepotkan orang tuanya. Bayi yang baru lahir biasanya sering menangis pada dini hari. Namun, para orang tua tetap menikmati bangun malam mereka sebagai nikmat menjadi orang tua.

Begitupun Ramadhan, kehadirannya disambut gembira oleh siapapun. Walaupun setiap orang harus berpuasa dan menahan hawa nafsunya, mereka tetap melakukannya. Walaupun malam hari setiap muslim harus berlelah-lelah melaksanakan tarawih, mereka tetap melakukannya. Walaupun dini hari setiap muslim harus melaksanakan sahur, mereka tetap melakukannya. Demikianlah setiap muslim menantikan bulan Ramadhan. Dengan pelipatgandaan pahala yang diberikan oleh Allah SWT, Ramadhan selalu dinanti.

Tags :
Konfirmasi Donasi