REPORT SUPERQURBAN : 3500 KAMBING DAN 1300 SAPI MULAI DISEMBELIHSUPERQURBAN REPORTS: 3.500 SHEEP AND 1.300 CATTLE ARE BEGUN TO BE SLAUGHTERED

RZ LDKO CilegonPROBOLINGGO. Kemarin (24/09), tim Superqurban RZ memulai proses penyembelihan hewan qurban. Sebanyak 3500 ekor kambing dan 1300 ekor sapi telah siap untuk disembelih dalam gelaran Superqurban 1436 H.

“Karena hewan yang disembelih banyak, kami melakukan penyembelihan selama 4 hari, terhitung sejak hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik ke 3 yaitu 27 September 2015.” Ungkap Edi Susilo, Kepala Tim Lapangan RZ.

Proses penyembelihan hewan qurban, pengulitan, deboning hingga daging qurban memasuki proses pembekuan untuk kemudian dikirim ke pabrik untuk proses menjadi kornet ini melibatkan 613 orang, yang terdiri dari 338 orang untuk kambing dan 275 orang untuk sapi. Semua petugas dalam proses Superqurban adalah penduduk lokal sekitar peternakan.

“Setiap tahun RZ selalu melibatkan masyarakat lokal dalam proses Superqurban, termasuk dalam proses perawatan hewan qurban. Ini merupakan bagian dari value Superqurban, yaitu pemberdayaan masyarakat.” Jelas Widyani Rochmatin, Ketua Superqurban 1436 H.

Warga yang akan menjadi petugas dalam proses Superqurban diwajibkan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan sepekan sebelum Idul Adha. Hal ini untuk memastikan bahwa semua petugas mengerjakan tugasnya dalam penyembelihan dengan benar dan sesuai syariat.

“Saat pelatihan, warga diajari cara menyembelih hewan qurban sesuai syariat, cara menguliti dan deboning hewan efektif, hingga pembagian tugas dan kelompok.” Ujar Edi.***

Newsroom/Ria Arianti
Probolinggo

RZ LDKO CilegonPROBOLINGGO. (24/9). Superqurban team of RZ started to slaughter 3.500 sheep and 1.300 cattle with regard to the celebration of Eidl Adha 1436 H.

“Since we have many qurbani animals to be slaughter, we will conduct it for 4 days until the end of tashreek day,” Edi Susilo, field team of RZ, said.

To finish the job RZ empower 613 local people of Sepuh Gempol Village, Wonomerto District, by inviting them to become temporary slaughterhouse worker.

Before implementing the slaughter process, the workers were trained a week before Eidl Adha. ***

Newsroom/Ria Arianti
Probolinggo

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia