RISET BIAR TAK TERPELESETDO RESEARCH SO YOU WILL NOT GET SLIP

Oleh: Endy Kurniawan

Salah satu perbedaan mendasar antara UMKM (Usaha Mikro Kecil & Menengah) di Indonesia jika dibandingkan dengan usaha sejenis di negara kelas menengah dan maju adalah pada kebiasaan melakukan riset sebelum memulai usaha. Untuk membuat sebuah usaha yang punya posisi bagus di pasar, mereka terbiasa untuk menjawab sebuah pertanyaan pertama : masalah apa yang kamu bantu selesaikan?

Atau pertanyaan lebih mendasar lagi : untuk apa perusahaanmu ada? What consumers pain will you kill? Wajar mereka melakukan ini karena biarpun kecil dari skala modal finansial, cara pikir bahwa sebuah bisnis harus punya keunggulan kompetitif telah diajarkan dari awal di kelas-kelas enterpreneurship. Perusahaan atau produknya perlu unik. Persaingan sangat ketat.

Mengapa harus punya keunggulan kompetitif? Agar bisnis tahan lama dan punya nilai yang tinggi. Kekhasan produk, keunggulan pembeda, atau keunggulan sebagai pemain pertama serta nilai pasar adalah penentu utama nilai sebuah bisnis. Terlebih di jaman kini, dimana semua produk, hasil riset bahkan model bisnis sangat mudah ditiru, apalagi yang jadi nilai lebih jika bukan kekhasan produk dimata konsumen. Bukan sedikit-sedikit : ONLINE-IN AJA! JUAL BAJU, ONLINE-IN AJA? BISNIS KULINER, GO ONLINE DONG!

Dan jangan membayangkan riset sebagai suatu yang mahal, rumit dan menyita waktu. Saat ini, banyak penyedia riset kecil yang bisa dibayar untuk melakukan riset spesifik tentang perilaku pasar misalnya, atau kompetisi yang terjadi di bidang bisnis tertentu. Bahkan riset mandiri sudah bisa dilakukan melalui internet, mengingat informasi apapun makin tersedia dan terbuka di mesin pencari. Jika ingin serius, bisa lebih dari itu, misalnya membeli hasil riset yang sudah banyak dijual oleh lembaga riset dengan harga murmer.

Apakah hanya untuk urusan bisnis kita perlu lakukan riset? Tidak. Pendidikan, perlu riset, baik kita sebagai pengajar atau peserta ajar, sebagai proses pengayaan bidang ilmu yang ditekuni. Politik, perlu riset. Bagaimana tokoh atau partai politik Anda dipersepsi publik? Bagaimana akseptansi publik terhadap program dan penawaran (offering) partai Anda? Jika pada era digital dan kesetaraan akses terhadap informasi ini kita terbiasa melangkah tanpa kajian atau riset, prihatin jadinya.

Sumber: endykurniawan.com
By: Endy Kurniawan
One of the fundamental differences between MSMEs (Micro, Small & Medium Enterprises) in Indonesia when compared with similar enterprise in the middle class and the advanced countries are in the habit of doing research before starting a business. To create a business that has a good position in the market, they are accustomed to answer a question first: what problems do you help to solve?

One more fundamental question: What for your company exist? What Consumers pain will you kill? Naturally, they do this because even it is only a small business from scale of financial capital, thinking that a business must have a competitive advantage that have been taught from the beginning at entrepreneurship classes. The company or its products need to be unique. Competition is very tight.

Why we should have a competitive advantage? So as the businesses are durable and have a high value, the distinctiveness of products, differentiating advantage, or the advantage of being the first player and the market value is the primary determinant value for a business. Moreover, nowadays, when all products, research results even business model is very easy to imitate, and the added value which is expected by the consumers is not the distinctiveness of products. Don’t just merely say: JUST GO ONLINE! CLOTCH SELLING, COME ON GO ONLINE! CULINARY BUSINESS, COMEON GO ONLINE!
And do not imagine the research is expensive, complicated and time consuming. Today, many small research providers who can get paid to do specific research about market behavior, for example, or the competition that occurs in specific business areas. Even independent research can be done via the internet, considering any further information available and accessible in the search engines. If you want to be more serious, it can be more than that, for example, buys the results of research that has been sold by the research institute with affordable price.
Is it just for the business we need to do research? No. Education needs research, whether we as teachers or teaching participants, as a enrichment process of occupied science. Politics need research. How does your political party leaders or the public perceived? How is the public acceptance of the program and offers (offering) of your party? If in the digital era and equality of access to the information we used to move without any study or research, it’s terrible.

Sumber: endykurniawan.com

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia