RIZKA KURNIA, PUTRI TUKANG SOL YANG PANDAI MEMBACA ALQURAN

RZ LDKO CilegonPEKANBARU. Adalah Rizka Kurnia Effendi, siswi yang saat ini duduk di kelas 2 SD Juara Pekanbaru. Rizka seorang anak dari ibu yang memiliki kebutuhan khusus dan ayahnya adalah tukang sol sepatu di pinggir jalan salah satu sudut kota Pekanbaru. Meski demikian tidak membuat Rizka tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri.

Rizka selalu terlihat ceria dan suka menolong kawannya. Anak yang sangat jarang sekali bisa tenang ketika belajar ini adalah anak yang cerdas. Dengan gayanya yang aktif dan suka berdiri atau tiba-tiba melompat ketika sedang belajar adalah pemandangan yang unik dan penuh arti. Karena meski begitu, Rizka sering menjadi yang pertama mengumpulkan tugas.

Disaat kawan-kawannya masih mengeja membaca iqro, Rizka sudah pandai membaca Alqur’an. Saat kawan-kawannya berusaha keras menghafal surat-surat pendek dalam juz 30, maka Rizka akan berlari kedepan minta disimak hafalan surat yang mulai agak panjang.

Sosok kecil yang lincah itu selalu berlari hampir setiap pagi menghampiriku hanya untuk berjabat tangan dan mengucapkan salam. Senyum manis akan terlukis saat dia sudah berhasil mendekatiku dan langsung bertanya banyak hal pagi ini.

Suatu ketika aku pernah bertanya kepadanya kenapa harus berlari-lari dan dengan polosnya dia menjawab bahwa kata ayahnya kalau hormat sama guru dia bisa jadi pintar dan ilmunya berkah. Aku hanya tersenyum sambil mengelus kepalanya yang terbalut jilbab bukti bahwa dia sangat bangga menutup auratnya dari kecil.

Semua hal itu tidak terlepas dari perhatian ayahnya yang selalu menanamkan nilai-nilai akhlak dan agama kepada Rizka. Dalam segala keterbatasannya ayah Rizka adalah sosok sederhana yang ramah dan sangat perhatian kepada rizka. Mengenai hal pelajaran dan kondisi Rizka di sekolah, ayahnya tak segan untuk sering bertanya. Dengan adanya komunikasi yang baik dan berkelanjutan antara orang tua dan guru akan semakin mendukung perkembangan anak.

Pernah suatu ketika saat anak-anak diliburkan karena kondisi asap yang berbahaya, ayah Rizka memberikan kabar bahwa PR Rizka sudah selesai dan sholat lima waktunya terlaksana. Hanya saja ketika bangun subuh Rizka agak susah terbangun. Karena sadar dengan hal itu, sebelum tidur Rizka berpesan kepada ayahnya. “Ayah, kalau Rizka belum bangun pas Azan Shubuh tolong bangunkan ya Yah, kalau masih susah tolong ayah siram wajah Rizka pakai air atau bawa ke kamar mandi biar Rizka mandi dan tidak telat lagi sholat subuhnya”. Aku tercekat dalam diam, sungguh malu kepada anak sekecil Rizka yang masih berumur 8 tahun. Betapa selama ini terkadang aku lalai bahkan menunda ketika panggilan azan menggema.

Suatu hari rizka pernah memakai baju baru dengan jilbab yang panjangnya melewati pinggangnya, dia tersenyum dan menghampiriku. Dengan jujur aku mengatakan bahwa hari ini Rizka cantik. Dia berkata “Alhamdulillah buk, Ayah Rizka punya kawan yang baik. Rizka dikasih hadiah ini. Semoga rezeki bapak itu semakin banyak. Rizka mau rajin-rajin belajar biar pintar, hafal alqur’an, jadi anak sholehah terus bisa kaya dan juga membantu orang lain, biar orang juga senang kayak Rizka senang dapat baju baru ini”. Ibuk mau juga? Rizka belikan tiga ya, tapi kalau Rizka sudah kerja karena ibuk sudah mengajarkan ilmu buat Rizka, katanya sambil menggerak-gerakkan badannya dan sesekali melonjak”.

“Berbahagialah orang-orang yang diberi rezeki oleh Allah dan selalu ingin berbagi dengan anak-anak dhuafa seperti Rizka. Sehingga mereka membangun semangat anak-anak itu untuk terus belajar dan mengalirlah do’a indah yang insyaalah diijabah oleh Allah. Terimakasih Rizka, atas banyaknya pelajaran berharga dalam kebersamaan kita,” tutur Sri Rahmadani, guru wali kelas Rizka.***

Newsroom/Ivan Supangat
Pekanbaru

Tags :
Konfirmasi Donasi