BATU BARA – Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan, tentunya sudah menjadi tujuan dari SDGs. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang mendorong hal diatas, salah satu nya adalah faktor kemiskinan. Apalagi wabah pandemi Covid-19 tentunya juga menjadi salah satu faktor peran utama dalam penyebab kemerosotan ekonomi dan menimbulkan kemiskinan.

Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jauzul Hind binaan Rumah Zakat dan PT. Bank HSBC Indonesia yang berlokasi di Desa Suka Maju, tentunya melihat hal tersebut. Dan berpikir ke depannya lembaga yang diinisiasi oleh Fauzi selaku relawan ini bisa menjadi solusi partner buat masyarakat di Desa Suka Maju khususnya kaum ibu ibu. Hal ini dikarenakan hampir 85% jumlah anggota di BUMMas Jauzul Hind merupakan ibu ibu rumah tangga dan juga ibu ibu yang mempunyai UKM di rumahnya masing masing.

Bahkan Hapsah dan Nilam Fauzi merupakan salah satu toko perempuan yang berperan dalam hadirnya BUMMas Jauzul Hind dengan mengangkat berbagai sektor usaha guna membantu kaum ibu ibu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari, kebutuhan dalam menjalankan UKM nya dan juga turut serta membantu suami dalam memenuhi rezeki mereka yang memang saat ini bisa dikatakan terasa sangat sulit.

Sektor sektor usaha yang diinisiasi merupakan gagasan gagasan yang muncul bersama sama lalu dijalankan bersama sama pula di BUMMas. Mulai dari koperasi serba usaha, usaha dagang ikan sampai dengan kegiatan simpan pinjam sudah mulai dijalankan guna membantu mereka semua.

Tentunya tak hanya menginisiasi program ekonominya saja. Fauzi beserta pengurus BUMMas Jauzul Hind juga inisiasi program pekanan berupa arisan, pembinaan rutin serta edukasi kewirausaah guna untuk memupuk rasa saling percaya dan juga saling tolong menolong antara sesama anggota. Dan tentunya juga hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi dari sektor yang telah diinisiasi oleh Rumah Zakat dan PT. Bank HSBC di Desa Suka Maju.

“Alhamdulillah kehadiran BUMMas Jauzul Hind tentunya menjadil salah satu solusi kami dalam memenuhi kebutuhan pokok dan membantu usaha usaha kami. Dan tak hanya itu kami terus dimbimbing dan diajarkan bagaimana menjadi pelaku usaha yang bisa meningkatkan usaha kami.” Tutur Yeni salah satu anggota BUMMas Jauzul Hind.

Newsroom

Adi Dharma Suhardi/Amri Rusdiana