Relawan Rumah Zakat berikan bantuan biaya pendidikan untuk Difta.

CIREBON – Difta adalah seorang siswa yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar di Jadimulya ini tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah. Bersama kedua orang kakak, dan ibu, Difta berjuang meraih cita-cita.

Ya, Difta berkeinginan suatu saat nanti dapat meneruskan perjuangan sang Ayah menjadi seorang TNI. Namun sayang, Ayahnya harus pergi tanpa mendengar cita-cita luhur Difta, Ayah Difta wafat ketika Difta berumur empat tahun setelah berjuang melawan kanker tulang yang menggerogoti tubuhnya selama 5 bulan.

Dengan tanpa keberadaan sosok ayah dalam kehidupan masa kecilnya, Difta tumbuh menjadi anak yang kuat dan rajin.

Selepas kepergian sang ayah, Ibu Difta tinggal di rumah nenek sebab tidak sanggup jika harus terus membayar iuran kontrakan. Demi menghidupi ke tiga anaknya, Ibu Difta membantu nenek menjaga warung, sementara kakak-kakak Difta membantu mencari uang jajan dan sekolah mereka sendiri.

Begitulah, bukan tak mau bekerja mencari nafkah yang lebih baik, namun kondisi tubuh mama yang sakit-sakitan memaksanya harus banyak beristirahat jika tidak ingin migrain dan diabetesnya yang kambuh.

Kendati demikian, Ibu Difta tetap mendorong anaknya penuh semangat untuk mencapai cita-cita setinggi-tingginya. Terbukti dari prestasi Difta yang tergolong baik di sekolah. Ya, masuk peringkat 5 besar merupakan hal yang biasa Difta capai di sekolahnya. Terlebih, akhlaq Difta yang disenangi baik oleh teman-temannya maupun guru-gurunya di sekolah.

Hal tersebut karena bimbingan ibunya dan keseharian Difta yang dihabiskan untuk belajar dan menuntut ilmu bersama sang ustadz sepulang sekolah. Jika hari mengaji libur, Difta lebih memilih menemani dan membantu ibunya di rumah.

Dalam kondisi sedemikian sulit, Rumah Zakat hadir untuk membantu Difta mencapai cita-citanya. Difta dan ibunya sangat berterimakasih kepada Rumah Zakat atas bantuan pendidikan yang para Donatur berikan.

Newsroom

Amri Rusdiana