[:ID]RUSAKNYA HATI MUSIBAH TERBESAR ORANG BERIMAN[:en]DAMAGED HEART IS THE LARGEST DISASTER FOR MUSLIMS[:]

[:ID]oleh: Moch Hisyam

Rusaknya hati merupakan musibah terbesar bagi orang yang beriman. Sebab, rusaknya hati akan merusak semua kebaikan yang telah kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging. Apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk. Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah kalbu, yaitu hati” (HR Bukhori).

Oleh karena itu, wajib bagi kita menjaga hati agar tetap baik dan berupaya mengobatinya bila rusak. “Obatilah hatimu karena kebutuhan Allah kepada hamba-Nya terletak pada baiknya hati” (Hilyah Auliya 2/157, lihat Ma’alim fi Suluk wa Tazkiyah Nufus hal 70).

Salah satu cara agar hati kita tidak rusak adalah dengan mencari tahu perkara-perkara yang bisa merusak hati. Karena, bagaimana kita bisa menghindari hal-hal yang merusak hati jika kita tidak mengetahui perkara-perkara yang bisa merusaknya?

Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad karya Ibnu Hajar Al Asqolani disebutkan bahwa Hasan Al-Bashri pernah berkata, “Rusaknya hati itu disebabkan oleh enam hal; sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak tobatnya diterima, mempunyai ilmu, tapi tidak mengamalkannya, beramal tapi tidak ikhlas, memakan rezeki dari Allah SWT, tapi tidak bersyukur, tidak ridha dengan pemberian Allah SWT, dan menguburkan jenazah, tapi tidak mengambil pelajaran darinya.”

Semua perbuatan itu menjadi perusak hati karena orang yang berbuat dosa dengan harapan tobat yang akan dilakukannya kelak akan diterima oleh Allah akan menjadikan hatinya semakin hitam karena ia hanyut dalam kubangan dosa.

“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertobat; niscaya noda itu akan dihapus. Namun, jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS al-Muthaffifin: 4) (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Begitu pula dengan orang yang memiliki ilmu, tetapi meninggalkan amal akan menjadikan hatinya diliputi dengan kesombongan. Rasulullah SAW Bersabda: “Bahaya mengerti adalah sombong.” Adapun beramal, tapi tidak ikhlas bisa menjadi perusak hati karena ketidakikhlasan akan menyebabkan dirinya dirasuki kemusyrikan baik khofi maupun jali.

Begitu pula dengan memakan rezeki Allah, tapi tidak besyukur, ia akan menjadikan hati kita ingkar nikmat. Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS 14: 7). Sementara, tidak ridha dengan pembagian Allah akan merusak hati karena perbuatan tersebut akan menjadikan dirinya buruk sangka kepada Allah SWT. Dan ketidakmampuan mengambil pelajaran dari kematian seseorang akan menjadikan hatinya keras membatu.

Semoga kita semua diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk bisa menjaga hati kita dari sesuatu yang bisa merusaknya dan Allah SWT menetapkan hati kita ada dalam agamanya. “Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu” (HR Tirmidzi). Amin. Wallahu a’lam.

sumber: republika.co.id[:en]By: Moch Hisyam

Damage to the heart is the largest disaster for those who believe. Because the broken heart will damage all the good deeds one has done. Rasulullah SAW said, “Know that in fact the body contains a lump of meat. If he is good then the body will be good, and vice versa if he is bad then the body will be bad. Know that the lump of meat is the heart” (HR Bukhori).

Therefore, it is obligatory for us to keep our hearts in good order and try to treat them if damaged. “Medicate your heart because Allah’s need for His servants lies in the good heart” (Hilyah Auliya 2/157, see Ma’alim fi Suluk wa Tazkiyah Nufus p. 70).

One way that our hearts are not damaged is to find out things that can damage the liver. Because, how can we avoid things that damage the heart if we do not know the things that can damage it?

In the book Nashaihul ‘Ibad by Ibn Hajar Al Asqolani stated that Hasan Al-Basri once said, “The damage to the heart is caused by six things ; intentionally sinning in the hope that later repentance is accepted, have knowledge, but do not practice it, do charity but not be sincere, eat sustenance from Allah SWT, but not grateful, not pleased with the gift of Allah, and bury the body, but do not take lessons from it.”

All of these acts can cause the heart to become broken and damaged because those who sin in the hope of repentance will be accepted by God will make their hearts darker because they are swept away in the pool of sin. “If a servant commits a sin, he will surely be inscribed in his heart a black spot. . If he leaves that sin, rests and repents; surely the stain will be removed. However, if he returns to sin; undoubtedly the taints will further increase to blacken all his heart. That is the closing that is said by Allah, “Not at all so, actually what they always do has closed their hearts” (Surah al-Muttaffifin: 4) (HR Tirmidhi from Abu Hurairah).

Likewise, people who have the knowledge, but leaving charity will make his heart filled with pride. Rasulullah SAW said: “The danger of understanding is arrogance.” As for charity, but not sincerely can be a destroyer of the heart because of insincerity will cause him to be possessed by polytheism both khofi and jali. Likewise, by eating the provision of Allah, but not thankful, he will make our hearts deny pleasure. Allah SWT said, “And (remember also), when your Lord declares:” Verily, if you are grateful, surely We will add (favor) to you, and if you deny (my favor), then, in fact, My punishment is very painful “(QS 14: 7) Meanwhile, not being pleased with the division of Allah will damage the heart because the act will make him feel bad to Allah SWT, and the inability to take lessons from one’s death will make his heart hardened.

Hopefully, we are all given the ability by Allah to be able keep our hearts from something that can damage it and Allah SWT determines our hearts are in his religion. “O you who turn your hearts, set my heart on your religion” (HR Tirmidhi). Amen. Wallahu a’lam.

Source: republika.co. id

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia