RZ AJAK WARGA OPTIMALKAN LAHAN KOSONG DENGAN HIDROPONIK

RZ LDKO CilegonCILEGON. Lahan perkotaan yang sempit akibat pemukiman yang semakin padat bukan berarti menghalangi aktivitas penghijauan lingkungan. Salah satu caranya adalah bisa dengan melaksanakan program Urban Farming. Inilah yang dilakukan oleh RZ Cilegon ini. Lahan perkotaan yang sempit akibat pemukiman yang semakin padat bukan berarti menghalangi aktivitas penghijauan lingkungan.

Di wilayah ICD Citangkil Ramanuju RW 11 mengadakan kegiatan Urban Farming dilaksanakan. Urban Farming sendiri adalah kegiatan bercocok tanam di lahan perkotaan yang terkenal terbatas. Media tanamnya bisa menggunakan pot, pipa, bambu, hingga botol plastik bekas. Pada program Urban Farming para warga diajak untuk menanam berbagai macam tanaman di media tersebut. Warga, terutama remaja dan ibu-ibu diajarkan cara menanam di lahan terbatas, tetapi tetap menghasilkan”Ungkap Humaedi Fasilitator RZ cilegon.

Setelah di uji coba dengan program urban farming di ICD Citangkil tetapi mempunyai kendala di tanah karena pasokan tanah hitam untuk menanam sangat sulit dicari, dan juga karena kemarau jadi pasokan air pun terbatas maka di ICD Citangkil melakukan program hidroponik.

Karenanya, RZ menggelar pelatihan hidroponik pada hari Minggu (20/09) lalu dengan melibatkan Para tokoh dan warga masyarakat dari RW 11 Ramanuju Citangkil, setelah pelatihan ini akan dibuat Hidroponik dengan teknik NFT (Nutrient Film Technique).

“Metode tersebut dapat menjadi pilihan dalam melakukan budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersikulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen,” ujar Humaedi selaku ICD Fasilitator Citangkil RZ Cilegon.

“Saya merasa senang sekali dengan adanya kegiatan ini, membuka wawasan terkait penanaman pembibitan dan hydroponic sehingga membuat saya lebih bersemangat untuk menjga lingkungan dengan pembuatan Urban Farming,” tutur Eti Nurhaeti.***

Newsroom/Humaedi
Cilegon

Tags :
Konfirmasi Donasi