RZ BERSAMA WARGA KAMPUNG TARISI GOTONG ROYONG BANGUN JALANRZ WITH TARISI RESIDENTS WORK TOGETHER TO BUILD ROAD

RZ LDKO CilegonTASIKMALAYA. Adalah kampung Tarisi, sebuah kampung kecil yang terletak di Perkebunan Karet milik swasta. kampung ini berada di wilayah desa Cipatujah dengan jumlah penduduk terdiri dari 130 KK. Pada umumnya, pekerjaan warga secara umum adalah sebagai buruh sadap karet di perkebunan milik bapak isma’il. Sebagian dari mereka ada yang berdagang, menjahit, bertani dan beternak.

Di kampung ini, pusat kegiatan keagamaan berada di RT 23, mulai dari masjid jami’, madrasah diniyyah hingga posyandu. Secara otomatis, kegiatan–kegiatan masyarakat pun berada di RT 23. Jarak dari RT 23 ke RT 24 tidak terlalu jauh, yaitu hanya 500 m. Namun, jika ditempuh dengan jalan melingkar jaaknya menjadi sangat jauh, yaitu sejauh 3 km.

Kendala yang muncul untuk memakai jalan pintas adalah beceknya jalan ketika musim hujan datang. Maka warga pun berinisiatif untuk melakukan pembangunan dan mengecor jalan pintas secara swadaya. Dari swadaya itu, masyarakat mampu mengecor 300 m dari seluruh panjang jalan 500 m.

Sudah satu tahun lebih, pembangunan jalan itu tidak berlanjut, sampai kemudian datang bantuan dari RZ. ”Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat untuk warga kampung Tarisi,” kata Nanang Relawan Inspirasi Cipatujah, ketika memberikan bantuan.

Seminggu kemudian, warga pun bergotong royong mengangkut material untuk pengecoran. material diangkut menuju tempat pengecoran yang berjarak 300 m dari lokasi. tampak wajah–wajah semangat dan ceria dari wajah warga yang bergotong royong.

“Pada hari itu yang bergotong royong sebagian besar adalah ibu-ibu dan anak–anak. Mereka bekerja sama untuk mewujudkan keinginannya untuk memiliki jalan pintas yang memadai. Sementara, bapak – bapak bergotong royong pada hari Senin denan melakukan pengecoran jalan,” pungkas Nanang.***

Newsroom/Rico A Yuza
Tasikmalaya

RZ LDKO CilegonTASIKMALAYA.Tarisi is a small village located on private rubber farm. This village is located in the Cipatujah village area with a population consisting of 130 households. In general, the citizens are laborers who obtain the rubber tap in Mr. Ismail farm. Most of them are traders, sewer, farming and animal husbandry.

In this village, the center of religious activity is in RT 23, starting from the jami ‘mosque, madrasah diniyyah to Posyandu. Automatically, the community activities are at RT 23. The distance from RT 23 to RT 24 is not too far away, which is only 500 m. However, if it was taken in detour the distance will be very far away, as far as 3 km.

The obstacles that appear using shortcut way is when rainy days come the road will be muddy.. The residents took the initiative to do the construction and casting the shortcuts way independently. From that initiative, the residents are able to plaster 300 m from 500 m length.

It’s been more than a year, the construction of the road was not continued, until then come to the aid from RZ. “Hopefully this meager aids can be useful for Tarisi residents,” said Nana Cipatujah Inspiring volunteer, when providing assistance.

A week later, residents worked together transporting material for casting. The material transported to a foundry within 300 m of the location. Cheerful smile was plastered on their face who worked together to construct the road.

“On that day they who worked together were mostly mothers and children. They worked together to fulfill their desire to have a better shortcut way. Meanwhile, the fathers worked together on Monday primarily to do the casting, ” Said Nana.

Newsroom/Rico A Yuza
Tasikmalaya

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia