RZ HADIRKAN TPA UNTUK LANSIA DI KARANGANYAR

RZ LDKO CilegonKARANGANYAR. Tak ada kata terlambat untuk belajar, kalimat ini sangat pantas disematkan bagi lansia di wilayah ICD Sukosari, Karanganyar. Walau sudah renta tapi semangat mereka untuk mempelajari huruf per huruf alquran patut diacungi jempol.

Selepas maghrib, surau di Desa Bakaran, Sukosari masih dipadati oleh ibu-ibu hingga lansia, serta beberapa remaja masjid. “Hari ini jadwal belajar baca Al Qur’an,” terang Neni, salah satu remaja masjid. Jika dilihat dari mayoritas yang hadir pada saat itu selintas terpikir akan seperti pengajian ibu-ibu pada umumnya. Membaca alquran bersama-sama, ada salah seorang pengisi materi, berakhir dengan sholawatan, namun ternyata jauh berbeda.

Setelah dibuka oleh Hasun selaku Relawan Inspirasi di wilayah ini, kegiatan belajar baca Al Qur’an pun di mulai, para remaja masjid merapihkan meja-meja kecil menjadi satu barisan, kemudian ibu-ibu duduk berjajar dihadapannya. Satu persatu mereka maju menyetorkan bacaan Iqranya. Ibu-ibu dan lansia yang masih belajar Iqra didampingi oleh remaja masjid, sedangkan yang sudah mulai membaca Al Quran didampingi oleh Hasun.

“Mayoritas warga sini memang belum bisa mengaji, dan bacaan shalat pun masih belum baik. Karena itulah sejak setahun terakhir ini kami menggalakan kegiatan seperti ini, pada awalnya anak-anak remaja yang kami rangkul untuk kemudian menjadikan mereka relawan pengajar,” ungkap Hasun.

Ada sekitar 20 orang yang memiliki semangat untuk belajar baca Al Qur’an, salah satunya adalah mbah Sumi, lansia berusia 71 tahun yang masih belajar iqro 1. Bagi mbah tiga cicit ini belajar Iqro diusianya yang sudah lanjut bukan lah sesuatu yang memalukan. “Pokoknya saya harus bisa, ndak perlu malu, yang penting bisa. Biar bisa baca Al Qur’an,” tuturnya.

Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan orang tua mbah Sumi dulu tidak mengirimkannya ke sekolah, baik formal maupun informal. Akan tetapi mbah Sumi tetap bersyukur, karena diusia lanjutnya masih bisa belajar. Sejak adanya program belajar baca Al Qur’an mbah Sumi bersama anak cucunya tidak pernah absen, bahkan kini cucunya sudah bisa menbaca Al Qur’an walau masih terbata-bata.

Hingga waktu Isya suraupun masih ramai dengan suara ibu-ibu dan para lansia yang saling bersahutan membacakan huruf alquran. “Wilayah kami saat ini mungkin belum bisa mencetak hafiz, tapi insya Allah tahun-tahun mendatang tidak ada lagi generasi yang buta huruf alquran,” tutur Hasun.

Newsroom/RZ Magz
Karanganyar

Tags :
Konfirmasi Donasi