SD JUARA BANTU SALURKAN BAKAT SISWA MELALUI EKSKUL QOSIDAHQASIDA EXTRACURRICULAR FOR STIMULATING CREATIVITY

RZ LDKO CilegonCILEGON. Kegiatan latihan ekskul qasidah SD Juara Cilegon kembali dilaksanakan pada hari tanggal 16 September 2015 lalu. Biasanya, ekskul Qasidah ini latihan selama 2 kali dalam seminggu, yaitu hari Selasa dan Rabu. Namun pada hari Selasa 15 September 2015, ekskul qasidah tidak mengadakan latihan. Karena beberapa anggotanya yang kelas 1 sudah dipulangkan setelah mendapatkan imunisasi campak.

Dalam kesempatan latihan kali ini, anggota ekskul qasidah sepertinya sudah mulai bisa mengikuti dan memainkan sebuah lagu dengan irama yang tepat. Ekskul qasidah ini diharapkan dapat eksis seperti ekskul marawis yang memang sudah sering tampil dalam beberapa acara di luar sekolah, seperti mengikuti perlombaan, atau tampil menghibur penonton pada saat bulan Ramadhan kemarin.

“Kami akan terus menggembleng anak-anak yang ikut dalam ekskul qasidah ini juga supaya nantinya dapat tampil juga dalam acara-acara yang diselenggarakan diluar sekolah seperti ekskul marawis yang telah mendapat banyak undangan dari mitra-mitra RZ,” tutur Susanto Santawi selaku kepala sekolah SD Juara Cilegon.***

Newsroom/Diki Taufik
Cilegon

RZ LDKO CilegonCILEGON. The history of Islamic music can be traced back by reference to Al Farabi’s (950 CE) theory in al-Musiqa al-Kabir, as mentioned by Poetra (2004, 49-50) Since the time of the Prophet Muhammad (622 CE), Islam has been enriched by many songs praising God and his messenger (Rasul).

One of oldest qasida is “Shalawat Badar,” which was performed by the Anshar (i.e. the helpers or converts from Medina) group in company with a rebana ensemble to welcome Muhammad and his companions to Medina at the time of the hijra (emigration from Mecca to Medina).

However, Qasida began to be eroded by modern music such as pop, rock, and metal. Therefore, the principle of SD Juara Cilegon, Susanto Santawi, initiated to present extracurricular Qasida class for the students of SD Juara Cilegon.

Santawi said that the class is presented to preserve Islamic art and culture. “This class is conducted twice a week on Tuesday and Wednesday at SD Juara Cilegon. Now there are dozens of students who participate in this class,” he added. ***

Newsroom/Diki Taufik
Cilegon

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia