SD JUARA JAKBAR GELAR DOA BERSAMA “USIR ASAP” DI RIAUSD JUARA JAKBAR PRAYS FOR THE VICTIMS OF HAZE DISASTER IN RIAU

RZ LDKO CilegonJAKARTA. Kabut asap pekat masih menyelimuti setiap sudut di Provinsi Kepulauan Riau. Beberapa kabupaten dan kota di Bumi Lancang Kuning tersebut seakan ‘ditelan’ kabut asap. Jarak pandang berkisar antara 50-200 meter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru Sugarin, mengatakan jarak pandang di Kota Pekanbaru dan sekitarnya hanya 100 meter pada pagi tadi. Level pencemaran udaranya dalam tahap berbahaya.

Kemudian jarak pandang terburuk terjadi di Kabupaten Pelalawan, yaitu hanya 50 meter. Sementara Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu tidak jauh lebih baik, yaitu 100 meter, dan Kota Dumai berkisar 100 meter

Menurut dia, kondisi asap pada hari ini jauh lebih buruk dari hari sebelumnya. Oleh karena itu, dia mengimbau warga Riau dan sekitarnya untuk mengurangi aktivitas di luar.

“Terutama bagi anak-anak dan balita. Diharap tetap berada di kamar, karena pekatnya asap membuat kualitas udara berbahaya. Sementara bagi orang dewasa, jika terpaksa keluar diharap memakai masker,” tegas Sugarin.

Mendengar berita tersebut, Siswa dan siswi SD Juara Jakarta Barat turut berduka dan merasakan keprihatinan atas duka yang di alami oleh warga kepulauan Riau. Terlebih di riau juga terdapat sebuah sekolah yang merupakan bagian dari pada saudara dari siswa dan siswi SD Juara Jakarta Barat, yaitu SD Juara Pekanbaru.

Karenanya, siswa dan siswi SD Juara Jakarta Barat menggelar doa bersama dan sholat istisqo yang dilaksanakan setelah sholat dhuha. “Hal tersebut kami lakukan agar saudara kami yang ada di Riau dan juga seluruh warga riau pada umumnya, secepatnya akan Allah SWT berikan solusi yang terbaik,” papar Rizki Setiawan selaku Learning Supporting Unit SD Juara Jakarta Barat.***

Newsroom/Ivan Supangat
Jakarta

RZ LDKO CilegonJAKARTA. Among a very dense teaching and learning activities, the students and the teachers of SD Juara Jakbar initiated to hold a mass prayer for the victims of haze disaster in Riau, Monday (5/10).

The haze from forest and land fires residue in some areas in Riau adversely affects air quality. At 09.00, the Air Pollution Standard Index (PSI) in Pekanbaru reached 1,065 micrograms per cubic meter of air. Three times over a dangerous level.

Meanwhile, the National Disaster Management Agency (BNPB)said that ARI patients since April 2015 until today up to 14 556 people. “The higher the PSI, the higher the level of pollution, and more harmful on health,” said Head of Data Information and Public Relations of BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

The action was held at school yard. The action was begun by the deliverance of the history of the suffering of victims and it was continued by the mass prayer. All the members of SD Juara Jakbar including its official staffs showed their grief during the action was go on. ***

Newsroom/Ivan Supangat
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia