Sahabat, bersedekahlah karena Allah SWT menganggapnya sebagai sebuah perbuatan yang mulia. Terkait dengan imbalan apa yang akan didapatkan saat sedekah, hal itu hendaknya kita serahkan saja kepada Allah SWT. Apapun balasannya, biarlah Allah yang tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

Bagaimana bentuk balasan itu, akhirnya terserah bagiamana Allah yang akan membalas. Bisa jadi, tidak dalam bentuk materi, yang setara atau bahkan lebih dengan nilai yang disedekahkan, misalnya dalam bentuk kesehatan, berupa ketenteraman dan kerukunan hidup.

Bersedekah secara tulus, tanpa pamrih, jelas akan memberikan ketenangan bagi mereka yang bersedekah, mereka tidak akan mengalami kecewa, saat sedekahnya ternyata belum memperoleh imbalan yang diharapkan.

Selain itu, sedekah ternyata bisa menghadirkan kebahagiaan dalam hidup. Seberapa baik kondisi keuangan seseorang, namun tidak sama sekali menjamin kebahagiaan hidup, ketentraman hati dan kedamaian jiwanya. Banyak dan sedikit itu relatif, tergantung dari sudut pandang mana kita menilai dan melihat.

Orang yang memiliki harta berlimpah memang sangat banyak, tapi yang mampu menjadi pecinta sedekah tentu masih sedikit sekali. Padahal si pecinta sedekah inilah manusia-manusia penikmat kebahagiaan.

Alasan mereka bahagia sangat sederhana, yaitu dengan membahagiakan orang lain. Karena dengan memberikan kebahagiaan untuk orang lain, hal itu tentu saja bisa memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

Sahabat, tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah, walau keuangan tengah sempit, kita masih bisa bersedekah dengan tulus dan ikhlas.

Mari jadi hamba-Nya yang elegan dalam kesederhanaan, mampu menciptakan kebahagiaan dengan bersedekah. Karena kita membutuhkan kebahagiaan, maka jadikan sedekah juga kebutuhan!

Link Sedekah >> https://www.rumahzakat.org/l/sedekahmubantumereka/