Jika selama ini proses belajar mengajar berlangsung di sekolah, sejak wabah pandemi COVID-19 merebak, pemerintah mewajibkan siswa-siswi belajar dari rumah dengan menggunakan sistem online.

Sayangnya disejumlah daerah masih banyak peserta didik yang tak mampu untuk membeli smartphone. Hal ini karena kondisi sebagian orang tua dari siswa memiliki keterbatasan ekonomi.

“Keluhan di pengaduan KPAI terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) muncul dikarenakan keterbatasan kuota, peralatan yang tidak memadai untuk daring, tidak memiliki laptop/Komputer PC, dan beratnya berbagai tugas dengan limit waktu yang sempit,” kata Retno Listyarti selaku Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Senin (27/4/2020).

Fasilitas belajar online itu dinilai sebagai suatu hal yang mewah dan tak semua orang tua anak Indonesia miliki, terutama bagi keluarga tak mampu. Fasilitas belajar online sangat sulit untuk mereka penuhi, jangankan untuk kuota untuk makan pun sudah susah. Apalagi bagi keluarga dhuafa yang memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah.

PROGRAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK ANAK – ANAK DESA

Permasalahan kesulitan belajar daring juga anak-anak didik di Desa Suka Maju Kec. Tanjung Tiran Kab. Batu Bara Sumatera Utara. Rumah Zakat melalui fasilitatornya Ahmad Fauzi turut andil dalam mengatasi permasalahan ini. Rumah Zakat turut serta membantu kesulitan para siswa di desa ini melalui kelompok belajar dan membantu penyediaan fasilitas atau sarana belajar siswa.

 

 

Ada lebih 80 peserta Rumah Belajar Juara dan LKP Juara yang ada di Desa Suka Maju mendapatkan fasilitas belajar dari ini di LKP Juara Binaan Rumah Zakat. Kegiatan belajar ini tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatannya seperti mencuci tangan sebelum memasuki area rumah belajar dan melakukan penjadwalan sehingga tidak terjadi kerumunan siswa.

Selain membantu kesulitan siswa belajar, Ahmad juga menyediakan sarana pengetikan dan juga printer untuk mencetak tugas jika dibutuhkan oleh siswa, internet gratispun turut diberikan di sini.

Di sini juga disediakan media pembelajaran dari media Whatsaap, Google Clasroom, Zoom atau lainnya. Semuanya digratiskan kepada seluruh peserta Rumah Belajar dan LKP Juara serta warga masyarakat yang ada di Desa Suka Maju. Selain membantu orang tua dalam menekan jumlah pengeluaran juga bisa membantu proses pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pemerintah saat ini.

Baru anak – anak Desa Suka Maju Kec. Tanjung Tiran Kab. Batu Bara Sumatera Utara yang mendapatkan fasilitas belajar daring ini,

Bagaimana dengan anak – anak desa Lainnya ?

Masih ada ribuan anak di desa lainnya yang membutuhkan bantuan fasilitas belajar daring ini, melalui sedekah mari sisihkan sedikit rezeki anda untuk keberlangsungan belajar anak – anak dhuafa di desa seluruh Indonesia.