SEHAT, KEKAYAAN TAK TERLIHAT

Oleh: Iwan Kartiwan, LC

“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya mengenai kenikmatan” QS At Takatsur (102 :8 )

Ibnu Abbas ra menjelaskan yang dimaksud An Na’iim (kenikmatan) pada ayat di atas adalah kesehatan fisik, pendengaran dan penglihatan. Kelak Allah SWT akan menanyakannya kepada setiap hamba, untuk apa digunakan kenikmatan tersebut, sementara tentunya Alllah SWT lebih mengetahui keadaan mereka sebenarnya.

Sering kita mendengar ada yang mengeluh karena himpitan kesulitan deraan kemiskinan ataupun mengeluh karena rasa sakit yang mengenai sebagian kecil tubuhnya, sehingga merasa seolah-olah tidak ada yang lebih menderita dari dirinya, seraya menampikkan berbagai kenikmatan yang diterimanya. Seorang ahli hikmah Yunus Bin Ubaid bercerita, suatu ketika ada orang yang mengadukan nasib pahit yang menimpanya, maka Yunus bertanya pada orang itu: maukah anda menukar mata yang kamu gunakan untuk melihat ini dengan uang sebesar seratus ribu dirham? Ia menjawab: tidak. Atau sebelah tanganmu dengan harga seratus dirham juga? Ia juga menjawab: tidak. Atau dengan kedua kakimu? Ia pun menjawab: tidak. Kemudian Yusuf menyebutkan berbagai nikmat Allah SWT padanya, seraya berkata: bagaimana Anda mengeluh sementara Anda memilki uang senilai ratusan ribu dirham? Memang seringkali kita tidak menyadari bahwa kesehatan itu kekayaan yang tak terlihat.

Nikmat Sehat.
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya, bahwa banyak di antara manusia yang lalai untuk mensyukuri dua kenikmatan berharga yang Allah berikan pada hamba-hambaNya. Beliau bersabda: “Dua kenimatan yang banyak manusia lalai atasnya (tertipu lupa bersyukur), yaitu, kesehatan dan waktu luang (kesempatan).” (HR Bukhari).
“Dan diantara pertanyaan yang akan Allah tunjukan pada setiap hamba di hari kiamat adalah: Bukankah Aku sehatkan fisikmu dan kami segarkan dengan air yang dingin?” (HR At Tirmidzy)

Sehat Beragama
Fisik yang sehat adalah anugrah yang tak terhingga, maka ruhani/batin yang sehat jauh lebih utama, karena betapa banyak yang sehat secara fisik, tapi batinnya sakit, demikian juga jika penyalkit fisik dengan beraneka ragam bentuknya sangat membahayakan jauh lebih bahaya penyakit non fisik/ batin. Secara garis besar ada tiga bagian non fisik yang harus sehat: pertama ‘Aqidah Qawiyyah (keyakinan yang kuat) harus bersih/sehat dari penyakit syirik, kedua, ibadah harus shahih (benar) terhindar dari perbuatan bid’ah (perbuatan mengada-ngada dalam ibadah), dan yang ketiga, akhlak karimah, budi pekerti yang baik terhindar dari prilaku yang buruk dan tercela, Dengan kata lain sehat batin adalah sehat dalam beragama.

Doa Sehat
“Allahumma innii Asulakal ‘Afwa wal ‘Aafiyata fiddini waddunya, wa maali wa ahlii, Allahummas tur ‘araatii wa amin ra’atii Allahummah fadznii min baini yadayya wamin khlafii wa’an yamiinii wa’an syimaali wamin fauqii wamin tahtii wa’audzubika min an ughtaalu min tahtii.”

Ya Allah, aku memohon pada-Mu kesehatan dan keselamatan dalam bergama dan dunia (lahir batin), dalam harta dan keluargaku, Ya Allah tutuplah cacatku dan lindungilah aku dari rasa takutku, Ya Allah jagalah aku dari arah depanku, belakangku, sebelah kananku, sebelah kiriku, dari atas dan bawahku, dan aku berlindung padamu dari dibinasakan dari arah bawahku”

Wallahu ‘Alam bishawwaab

Tags :
Konfirmasi Donasi