SEMANGATI WARGA TAMANAN WALAU KEMARAU PANJANG MELANDA

RZ LDKO CilegonYOGYAKARTA. Mungkin hampir sebagian besar kelompok wanita tani di wilayah jawa merasakan dampak kemarau yang lumayan panjan tahun ini. Terlebih diwilayah-wilayah yang memang air sangat terbatas. Akibat utama yang dirasa oleh kelompok ini adalah hasil panen yang kurang optimal, jangankan hasil panen yang dirasakan, bibit yang baru ditanam bisa bertahan 1 bulan saja itu sudah lebih dari cukup.

Banyak tanaman-tanaman yang mengalami puso atau mati sebelum menghasilkan. Tentu hal ini akan berdampak pada menurunnya semangat serta harapan warga dalam merawat tanamannya.

Begitu juga dengan kelompok Urban Farming yang berada Dusun Nglebeng, ICD Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Dalam diskusi-diskusi ringan sebelum acara pertemuan dimulai sudah terlihat ungkapan-ungkapan negatif dan putus asa karena kondisi musim kemarau yang cukup menyengat tahun ini. Pertemuan ini rutin diadakan setiap 35 hari sekali dengan agenda utama arisan, musyawarah dan shering kegiatan.

Kegiatan pertemuan bulan ini dilaksanakan pada hari Rabu (09/09) pukul 04.10 hingga 15.30 WIB. Acara pertemuan kelompok Urban Farming dusun Nglebeng di buka, acaranya di hadiri 27 anggota dan pengurus, bertempat di rumah anggota KWT yang bernama Ibu Martini dengan bahasan utama mendengarkan arahan dari PPL banguntapan bapak Darminto. Sama persis apa yang dibicarakan ibu-ibu diawal acara, penyampaian pak Darminto memberikan nilai pembenaran atas apa yang dikeluhkan ibu-ibu. Sehingga anggota kelompok merasa makin yakin bahwa apa yang dihadapi sulit untuk diselesaikan.

Berbeda ketika ICD fasilitator RZ memberi sambutan sekaligus mengajak berdialog dua arah dan mencari solusi. Mulai dari memetakan lokasi yang mungkin ditanami atau belajar produk olahan hasil panen coba di bahas hingga metode menanam hidroponic juga ditawarkan.

“Mari ibu-ibu kita lihat sekeliling kita ada nggak kira-kira lahan yang berpotensi kita kelola bersama dan lahan tersebut dekat dengan air, sekecil apapun lahan itu, tidak masalah, yang penting ada,” kata Sandi Zunaidi selaku ICD Fasilitator Tamanan RZ.

Setelah satu-persatu pemetaan wilayah serta dilakukan diskusi bersama, akhirnya didapat keputusan yang luar biasa, ditemukan wilayah disekitar bantaran aliran irigasi kampung yang tidak termanfaatkan.

“Alhamdulillah semangat itu muncul kembali karena setelah dianalisa tanah tersebut sebagian besar tanah kas desa dan airnya mengalir sepanjang tahun sehingga perawatan khususnya pengairan yang merupakan inti dari kegiatan tanam menanam tidak menjadi kendala,” tambah Sandi.

Akhirnya diputuskan untuk melakukan pengolahan dilahan tersebut, karena panjangnya wilayah tersebut yang melintasi 3 RT maka areanya dibagi 3 RT sebagai tanggung bawab pengolahan yaitu Rt. 01, 02 dan 03 dengan masing-masing 30 s/d 40 anggota.

Setelah diputuskan lahan yang akan dikelola serta petugas pengelola. Warga diajak untuk membuat jadwal kegiatan kerja bakti hingga penanaman bibit. “Alhamdulillah ditengah tantangan kemarau yang cukup panjang ini, masih ada semangat dan harapan untuk hari esok yang lebih baik di ICD Tamanan,” pungkas Sandi dengan penuh semangat.***

Newsroom/Yosef
Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi