Panduan Zakat Syariah


   Panduan Zakat Syariah

1. PENGERTIAN ZAKAT



Menurut bahasa, kata Zakat berarti tumbuh,berkembang, subur atau bertambah. Dalam Al-Quran dan hadist disebutkan.

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah"
(QS. al-baqarah[2]: 276)

"Ambilah zakat dari sebgaian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan menyucikan mereka "
(QS. at-Taubah[9]: 103)



Menurut istilah, Zakat berarti bagian dari harta dengan persyaratan tertentu yang di wajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pada
( Prof. DR. Didin Hafidhuddin, Msc dalam buku Zakat dalam Perekonomian Modern)

2. PENYEBUTAN ZAKAT DALAM AL-QURAN

a. Zakat (QS. al-baqarah[2]:43)

وأَ ِقیموا ال َّص َلاةَ وآتُوا ال َّز َكاةَ وا ْر َكعوا مع ال َّرا ِك ِعی َن

Artinya: " Dan dirikanlah shalat, tunaikan lah zakat dan ruku 'lah beserta orang - orang yang ruku"



b. Sedekah   (QS. at-Taubah[9]:104)

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya:"Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba- Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?"



c.Hak  (QS. al-An'am[6]: 141)

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:" Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. "



d.Nafkah  (QS. at-Taubah [9]: 34)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya:" Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,"



e.Al-‘Afwu (maaf) (QS. al-A’râf [7]: 199)

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya:" Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh."





2. Hukum dan Landasan Kewajiban Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi salah satu unsur pokok bagi penegakan syariat Islam. Oleh sebab itu, hukum menunaikan zakat adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat - syarat tertentu.





Landasan hukum diwajibkannya zakat adalah :

Al Quran  “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. 9 : 103)"

As Sunnah  Rasulullah SAW bersabda “Islam dibangun atas lima rukun; syahadat tiada tuhan selain Allah dan Muhammad saw utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan shaum ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim)

Ijma,  Para ulama salaf (terdahulu, klasik) ataupun kholaf (kontemporer) telah sepakat akan wajibnya zakat.




3. Zakat adalah ibadah

Zakat termasuk dalam kategori ibadah wajib seperti shalat, haji, dan puasa yang telah diatur berdasarkan Al-Quran dan sunah. Selain itu, zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.




4. Jenis Zakat

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan seorang muslim pada akhir bulan Ramadan hingga sebelum salat idul fitri. Zakat fitrah biasanya dikeluarkan dengan nilai setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok yang biasa dimakan oleh orang yang berzakat tersebut. Zakat fitrah harus ditunaikan setiap tahun pada waktunya yang telah disebutkan sebelumnya. Hal inilah yang menjadi beda zakat mal dan zakat fitrah yang paling utama.




Zakat mal adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh seorang umat muslim dari harta yang diperolehnya dari usaha atau kerja dengan besaran dan waktu yang telah ditentukan. Harta menurut istilah adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan atau dimanfaatkan




5. Syarat Wajib Zakat






Syarat Harta Yang Wajib Dikeluarkan

play_circle_outline Sumber Halal

play_circle_outline Berkembang

play_circle_outline Surplus dari kebutuhan pokok

play_circle_outline Milik Penuh

play_circle_outline Cukup Nishab

play_circle_outline Dimiliki satu tahun penuh (Haul)

Syarat Harta Yang Wajib Dikeluarkan

play_circle_outline Sumber Halal

play_circle_outline Berkembang

play_circle_outline Surplus dari kebutuhan pokok

play_circle_outline Milik Penuh

play_circle_outline Cukup Nishab

play_circle_outline Dimiliki satu tahun penuh (Haul)



6. Penerima zakat (Mustahiq)

Dalam Al-Quran Surat At Taubah ayat 60 Alloh berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: Sesunggguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya. dan para budak yang memerdekakan dirinya, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha mendengar. (Q.S. At Taubah: 60)

1. Fakir

Orang yang tidak memiliki harta


2. Miskin

Orang yang penghasilannya tidak mencukupi


3. Budak

Hamba sahaya atau budak


4. Gharim

Hamba sahaya atau budak


5. Mualaf

Orang yang baru masuk islam


6. Fisabilillah

Pejuang di jalan Allah


7. Ibnu Sabil

Musyafir dan para pelajar perantauan


8. Amil Zakat

Panitia penerima dan pengelola dana zakat






7. Orang Yang Tidak Menerima Zakat














8. Sumber Zakat pada Zaman Rasulullah SAW








9.Zakat Penghasilan



Zakat Penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Salah satu landasannya ada pada Q.S Al-Baqarah ayat 267 berikut:

"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji."

Nishab zakat penghasilan sebesar 5 wasaq/652,8 kg gabah atau setara 520 kg beras, dengan besaran zakat 2,5% dari penghasilan. Adapun untuk perhitungan zakatnya, ada dua cara:

**Pertama, zakat dihitung dari penghasilan keseluruhan, tanpa dikurangi kebutuhan pokok seperti sandang, pagan dan papan. Maka penghitungan zakatnya adalah:

Zakat yang dikeluarkan = Pendapatan keseluruhan x 2.5%

**Kedua, zakat dihitung dari penghasilan setelah dikurangi kebutuhan pokok. Zakat yang dikeluarkan = (Penghasilan keseluruhan - Pengeluaran pokok) x 2.5%

*Namun untuk menjaga kehati-hatian Zakat sebaiknya dihitung dari penghasilan bruto




10. Zakat Emas / Perak

Sahabat, dalam hitungan 2 bulan lagi kita akan memasuki penghujung tahun. Ayo siapa disini yang punya simpanan atau tabungan berupa emas? Siap-siap untuk membayarkan zakatnya ya sahabat. Zakat emas adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas emas dan perak yang dimiliki lebih dari kewajaran, yang telah mencapai haul dan nishabnya. Emas wajib dizakati ketika telah dimiliki atau disimpan selama 1 tahun oleh pemiliknya dan telah mencapai nishab 85 gram emas, sebagaimana hadits Nabi SAW berikut,



“...Tidak ada kewajiban atasmu mengeluarkan zakat emas sehingga kamu memiliki 20 dinar. Apabila kamu memiliki emas sebanyak 20 dinar dan telah berjalan satu tahun maka zakatnya dikeluarkan sebesar setengah dinar”
(HR. Abu Dawud dan al-Baihaqi )

“...Tidak ada kewajiban atasmu mengeluarkan zakat emas sehingga kamu memiliki 20 dinar. Apabila kamu memiliki emas sebanyak 20 dinar dan telah berjalan satu tahun maka zakatnya dikeluarkan sebesar setengah dinar”
(HR. Abu Dawud dan al-Baihaqi )




Adapun cara perhitungan zakat emas, yaitu:

Besar zakat yang dikeluarkan = Emas yang dimiliki* x Harga emas saat zakat dikeluarkan x 2.5%%

*Bukan emas yang digunakan sebagai perhiasan sehari - hari

Besar zakat yang dikeluarkan = Emas yang dimiliki* x Harga emas saat zakat dikeluarkan x 2.5%%

*Bukan emas yang digunakan sebagai perhiasan sehari - hari







11. Zakat Tabungan

Menabung adalah salah satu cara kita untuk menjaga kesehatan financial kita. Harta yang kita kumpulkan menjadi perbekalan kita dimasa depan untuk biaya hidup yang terkadang tidak terduga. Tapi bagaimana untuk perbekalan akhirat kita? Apakah jumlah tabungan harta akan menjadi bekal kita di akhirat?

Jawabannya tentu bisa, selama harta yang kita tabungkan kita tunaikan zakatnya. Yang hukumnya wajib.

Dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain. Maka kita harus berzakat untuk membersihkannya. Salah satu makna Zakat adalah membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji manusia, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya.




Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”




Salah satu harta yang terkena zakat adalah Tabungan atau simpanan. Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul 1 tahun. Besarnya nisab senilai 85 gr emas.

Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %

Tabungan

Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %
Tabungan

Saldo akhir : saldo akhir – Bagi hasil/bunga Besarnya zakat : 2,5 % x saldo akhir






12. Zakat Perdagangan



Zakat yang dikeluarkan atas hasil perdagangan/perniagaan yang tujuannya mencari keuntungan dengan syarat memiliki niat berdagang, mencapai nishab dan haul.

Dalil Zakat Perdaganan
Dari Samurah Bin Jundub mengatakan : Rasulullah saw memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk diperdagangkan” (HR. Abu Dawud)

Nisab Zakat Perdagangan: 85 gr emas

Rumus: Nilai harga barang yang belum terjual/modal yang diputar + Laba + Piutang lancar– hutang jatuh tempo x 2.5%




Konfirmasi Donasi