Sahabat Zakat, membicarakan orang lain atau yang dikenal dengan ghibah dan adu domba (namimah) adalah salah satu kebiasaan yang harus kita hindari karena kebiasaan tersebut dilarang oleh Allah dan Rasulullah. Hal tersebut tercantu, dalam QS. Al Hujurat: 11-12.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim no. 2589).

Allah memberikan perumpamaan bagi seseorang yang sering membicarakan orang lain seperti seseorang yang memakan daging manusia yang mati. “Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?.”

Maka dari itu, ghibah adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Islam. Meskipun terasa ringan dan seperti sudah menjadi kebiasaan, hendaknya kita sebagai seorang Muslim berusaha sekuat mungkin untuk menghindarinya.

Salah satu untuk menghindarkan diri dari ghibah, coba Sahabat Zakat renungkan bahwa setiap manusia mempunyai aib sendiri. Hanya saja Allah Yang Maha Pemurah tidak menampakkan aib kita kepada orang lain. Lantas, mengapa kita sibuk membicarakan kejelekan dan keburukan orang lain? Semoga Allah selalu melindungi lisan kita dari perbuatan yang tidak diridhoi-Nya.

foto: id.depositphotos.com