SUDAHKAH KITA MELAKUKAN SALAT DENGAN BAIK DAN BENAR?

Tak ada alasan apa pun bagi kita hamba-Nya untuk meninggalkan salat fardhu lima waktu. Dalam kondisi dan situasi apa pun, salat wajib harus tetap dijalankan.

Mari kita lihat di sekeliling kita, bagaimana salat sudah tidak menjadi ibadah istimewa. Ia hanya pelengkap pekerjaan. Buktinya, setiap ada panggilan azan berkumandang, kita tetap tak bergeming, abai dan terus melanjutkan pekerjaan, baik di rumah maupun di kantor.

Fakta ini, memberikan sinyal bahwa salat fardhu lima waktu belum menjadi kebutuhan layaknya makanan pokok. Jika tak dimakan maka ia akan lapar dan ujungnya sakit.

Artinya, jika kita tak menjalankan salat maka ujungnya pun akan sakit. Berupa hati yang keras, kata-kata yang kotor, dan perbuatan yang keji dan mungkar. Padahal, jelas disebutkan dalam Al Quran bahwa sholat mampu mencegah perbuatan keji dan munkar.

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. “(QS al-Ankabuut: 45).

Dari sinilah terlihat betul keajaiban salat . Belum lagi kalau kita baca dalam Al Quran Surat Al-Mu’minun ayat 1-11. Sungguh, salat yang benar akan menjadi jaminan sukses seseorang. Karena itu, melalui tulisan ini saya mengajak kepada seluruh umat Islam untuk menegakkan salat. Tidak sekadar menjalankan, tapi mendirikan salat fardhu lima waktu.

Apa maknanya? Pertama, kalau salat dipahami sebagai kegiatan rutin, salat kita tidak akan berbekas. Terasa biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Dengan bahasa lain, salatnya sekadar ibadah penggugur kewajiban semata. Akibatnya, salat dilakukan, maksiat pun terus berjalan. Ini fenomena yang sering kita lihat di sekitar kita.

Kedua, salat berjamaah harus menjadi kekuatan umat. Barisan salat yang lurus dan rapat memberikan pesan bahwa umat tidak boleh bercerai-berai, harus terus bersatu, satu sama lainnya.

Cara paling mudah agar umat bisa bersatu adalah kesediaan untuk saling mengalah satu sama lainnya. Tidak merasa lebih hebat, lebih kaya, lebih berpengalaman dan lebih-lebih segalanya. Sulitnya umat Islam bersatu karena salatnya hanya sebatas ibadah ritual dan gugur kewajiban.

Sudah saatnya kita mendirikan salat yang benar. Zaman boleh berubah, tapi salat jangan sampai ditinggalkan, apa pun dan bagaimana pun kondisinya. Kalau cara ini kita lakukan, keajaiban salat bisa menjadi prasyarat keberhasilan seseorang dalam hidup dan kehidupan.

sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia