TAMAN REFLEKSI DAN URBAN FARMING WARGA ICD LINGKAR SELATAN

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Peran taman dan pepohonan dalam lingkungan perkotaan tentu sangat penting. Oksigen yang dihasilkan oleh hijaunya dedaun setidaknya dapat mereduksi polusi yang makin hari makin menebal. Sehingga bukan saja urban farming yang menjadi concern RZ yang bekerja sama dengan MDI di ICD Lingkar Selatan, Kota Bandung ini, tapi taman yang ada juga berusaha terus dibenahi agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seperti Taman Refleksi yang memang sengaja dibuat sebagai sarana istirahat, menghirup udara segar sembari berolah raga.

“Ke depannya, kami akan memenuhi jalan-jalan di gang ini dengan pot bunga agar nampak lebih asri. Karena selama ini kami hanya membagikan tanaman-tanaman ini kepada binaan, agar ditanam di rumah masing-masing” ujar Dani, ICD Fasilitator wilayah Lingkar Selatan, Bandung.

Sedangkan untuk urban farming, selain bunga, ada beberapa sayuran yang selama ini telah ditanam seperti kangkung, sawi, terong, cabai juga pohon jeruk. Adapula tanaman hidroponik yang memang tengah diujicobakan dahulu di kebun induk urban farming untuk kemudian disosialisasikan kepada warga binaan.

Dani melanjutkan,“Dengan metode hidroponik ini, sayuran dapat dipanen dalam waktu 30 hari. Sehingga diharapkan proses pemberdayaan masyarakat melalui urban farming ini akan lebih mudah dan tentu saja lebih menarik.”

Selain memanfaatkan lahan sempit yang ada di pekarangan rumah, urban farming yang digagas juga memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol air mineral yang digunakan sebagai media tanam. Bukan hanya program penghijauan lingkungan yang dilakukan, tapi dibentuk juga bank sampah yang menerima berbagai sampah rumah tangga warga. Sebanyak 50 partisipan tergabung dalam program bank sampah dengan penimbangan dilakukan seminggu sekali untuk kemudian dijual ke pengepul.***

Newsroom/Yosef
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi