TENTANG EKSIM

Oleh: dr. Hilmi S. Rathomi, MKM.

Istilah eksim dalam dunia kedokteran biasanya dikaitkan dengan dua kondisi. Yang pertama adalah kondisi peradangan kulit secara umum atau yang dikenal dengan istilah dermatitis, dan yang kedua adalah dermatitis yang lebih spesifik, yakni dermatitis atopik. Secara umum, dermatitis adalah gangguan kulit berupa radang kemerahan yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari usia bayi hingga dewasa. Sedangkan dermatitis atopik merupakan salah satu jenis dermatitis yang terjadi pada individu dengan riwayat atopi/alergi, dan biasanya muncul pada usia bayi, namun dapat menetap hingga anak-anak maupun dewasa. Agar tidak terdapat kerancuan, istilah eksim yang akan saya bahas saat ini mengacu pada kondisi dermatitis secara umum.

Penyebab dari timbulnya eksim bersifat gabungan dari berbagai faktor atau yang dikenal dengan istilah multifaktorial, dimana yang paling dominan adalah faktor keturunan dan faktor lingkungan. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan eksim atau penyakit alergi seperti asma, maka kemungkinan orang tersebut memiliki eksim akan lebih besar. Faktor lingkungan biasanya berperan sebagai pemicu terjadinya eksim, seperti udara yang kering, asap, paparan deterjen, adanya kutu/tungau debu, suhu yang ekstrim, dll. Faktor lain seperti stress dan emosi tidak menyebabkan timbulnya eksim, tetapi dapat memperberat apabila seseorang sudah menderita eksim lebih dahulu. Oleh karena itu, seringkali ditemukan pada wanita yang memiliki eksim kondisinya akan lebih berat pada saat wanita tersebut hamil atau menstruasi. Selain itu, faktor makanan dapat pula menjadi pemicu, terutama jenis makanan kacang-kacangan dan produk olahan susu.

Gejala yang ditemukan pada orang yang menderita eksim adalah kulit yang kemerahan, biasanya di celah siku, wajah, atau sekitar mata, kulit yang kering dan kadang bersisik, adanya rasa gatal, dan dapat pula terdapat tanda-tanda adanya infeksi seperti adanya nanah akibat infeksi dari kuman pada kulit yang terbuka akibat digaruk.

Untuk memastikan apakah seseorang benar menderita eksim atau tidak, dokter biasanya hanya melihat dari gejala dan keluhan yang dialami pasien, termasuk memastikan riwayat penyakit pada keluarga dan adanya penyakit alergi lain. Adapun pemeriksaan lanjutan yang kadang dilakukan untuk memastikan pemicu munculnya eksim diantaranya adalah patch test, skin prick test, dan food challenges.

Karena terkait dengan faktor keturunan berupa bakat alergi dan adanya pemicu dari lingkungan, pasien yang memiliki eksim biasanya sangat jarang mengalami penyembuhan total. Namun, jika kondisi kulit dijaga tetap sehat, gejala-gejala dan keluhan bisa tidak muncul sama sekali.

Beberapa hal yang saya sarankan dan terbukti dapat membantu pasien yang memiliki eksim adalah:
• Mandi dengan air hangat secara teratur
• Menggunakan pelembab sesegera mungkin setelah mandi
• Menggunakan pelembab ketika kondisi kulit terasa kering
• Menggunakan pakaian dengan bahan lembut
• Menggunakan sabun untuk mandi atupun mencuci yang lembut dan tidak mengiritasi
• Mengeringkan kulit dengan menekan, bukan menggosok
• Menghindari perubahan suhu yang ekstrim
• Mencari tahu pemicu eksim dan berusaha menghindarinya, karena pemicu seringkali bersifat sangat individual
• Menjaga kuku tetap pendek agar tidak mudah melukai kulit saat menggaruk

Adapun obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani keluhan eksim adalah krim atau salep yang berisi kortikosteroid untuk menekan peradangan kulit. Pada kondisi obat-obatan salep kurang memberikan hasil yang memuaskan, obat antiradang yang dikonsumsi dengan cara diminum/disuntik juga dapat diberikan. Pada kondisi tertentu seperti adanya tanda-tanda infeksi, diperlukan pula antibiotik atau antijamur untuk menangani infeksi yang terjadi.

Tags :
Konfirmasi Donasi