UPAYA MEMANDIRIKAN PETANI DALAM NEGERI

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Mayoritas petani di Indonesia mendapatkan pengetahuan bercocok tanam melalui pengalaman mereka bertani. Pemilihan benih, pupuk, dan obat-obatan pertanian pun biasanya cocok-cocokan tergantung dari hasil panen nya sesuai harapan atau tidak. Kalau benih, pupuk dan obat-obatan pertanian yang dipakai hasil panennya bagus berarti akan dipakai untuk masa tanam berikutnya, sebaliknya kalau hasil panen nya tidak sesuai harapan maka biasanya petani akan mencari produk lain sehingga cocok.

Untuk memberikan edukasi terkait pemahaman bertani secara komprehensif, maka RZ (Rumah Zakat) selaku LAZ yang fokus terhadap pemberdayaan mengambil peran dalam pemberdayaan petani dengan membuat sebuah program pendampingan secara berkelanjutan dengan konsep Sekolah Lapangan Tani bagi petani di ICD Mekarwangi Lembang di bimbing langsung oleh seorang Konsultan dan praktisi dari IPPHTI Bpk. Kustiwa Adinata.

Kegiatan Sekolah Lapangan Tani ini dimulai dari bulan Oktober 2015 sampai April 2016. Pada pertemuan pekan ke 5 tgl. 4 November 2015 petani yang tergabung dalam kelompok tani Bangkit Mandiri belajar tentang praktek untuk mengetahui unsur hara tanah dan praktek membuat MOL (Mikroba Organik Lokal).

Pak Karya sebagai ketua kelompok tani Bina mandiri mengatakan “Kegiatan seperti ini sebetulnya yang di perlukan kami, belajar langsung praktek. Apalagi yang dibahas nya ril sesuai kebutuhan kami dalam bertani”.

Adapun tujuan di adakan kegiatan pelatihan untuk petani dengan konsep Sekolah Lapangan ini adalah tiada lain Agar petani bisa lebih mandiri, bisa membuat bibit, pupuk, obat-obatan pertanian alami sendiri.***

Newsroom/Rico A Yuza
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi