WARGA ICD LINGKAR SELATAN SEMAKIN MANDIRI DENGAN BERWIRAUSAHA

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Perkembangan ekonomi saat ini berada pada era ekonomi kreatif yang menunjukkan segala kegiatan yang dinamis. Ekonomi telah memiliki perkembangan di beberapa negara maju, seperti Australia dan Inggris. Pengertian ekonomi kreatif adalah konsep yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi membantu pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan kondisi tersebut, RZ sebagai lembaga filanthrophy yang memiliki misi untuk membangun kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan secara produktif dan menyempurnakan kualitas pelayanan masyarakat melalui keunggulan insani ini telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan misi tersebut dan mendukung dalam perbaikan ekonomi nasional melalui pelaksanaan program di setiap wilayah desa binaan RZ atau ICD (Integrated Community Development) diantaranya di ICD Lingkar Selatan Kota Bandung.

Salah satu program yang sudah direalisasikan adalah pembinaan masyarakat mengenai kewirausahaan yang merupakan bantuan langsung untuk program ekonomi dengan peruntukan kegiatan bantuan wirausaha, balai bina mandiri, dan pelatihan skill produktif.

Daerah ICD (Integrated Community Development) Lingkar Selatan terletak di kecamatan Lengkong Kota Bandung yang ditetapkan sebagai desa binaan RZ atau ICD pada tanggal 1 Februari 2011. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai karyawan karena banyaknya perusahaan di kecamatan Lengkong, sedangkan yang lainnya bekerja sebagai pedagang, PNS, Guru, dan lain-lain. Kegiatan agama di daerah ini sudah terkondisikan dengan baik dengan agama mayoritas adalah Islam. Kondisi sosial ekonomi di kecamatan Lengkong sangat jauh antara kalangan bawah dan kalangan atas. Penduduk miskin di ICD ini mencapai kurang lebih 35 persen.

Penyebaran penerima manfaat terus dilakukan agar warga di ICD Lingkar Selatan ini mempunyai penghasilan agar ekonomi keluarga lepas dari kemiskinan dengan pemberian modal usaha yang terus diberikan pendampingan dan pembinaan secara rutin.

Berbagai produk usaha warga mengalami dampak positf dari pembinaan masyarakat kewirausahaan ini, produk tersebut diantaranya yaitu : sate padang, aneka jus, seblak, aneka gorengan, bakso, dan lain-lain.

Penghasilan anggota program ini menjadi penghasilan tambahan bagi ekonomi keluarga mereka. Hal ini menjadikan anggota program menjadi lebih sejahtera dan mandiri. Penerima manfaat program ini mampu menghasilkan usaha yang menambah pundi-pundi rupiah mereka agar terbebas dari kemiskinan. Pemberian modal usaha dan pembinaan dapat membantu warga dalam mengembangkan usaha mereka.

salah satunya Pak Suwolo yang pada awalnya menjalani usaha sate padang dengan berjualan keliling di sekitar daerah Turangga. Usahanya semakin menurun dengan grafik penjualannya yang terus berkurang sejak berjualan dengan mangkal di jalan maskumambang pada bulan April 2014 karena biasanya berjualan keliling langsung mengunjungi rumah konsumen. Kondisi Pak Suwolo saat ini semakin membaik setelah mengikuti program pembinaan kewirausahaan RZ dengan melihat peningkatan omset per bulan yaitu Rp 15.500.000,00 dengan THP sebesar Rp 4.650.000,00.

“Program pembinaan kewirausahaan ini diharapkan mampu menjangkau kalangan menengah ke bawah secara lebih luas lagi agar peningkatan ekonomi nasional semakin baik, khususnya di daerah ICD Lingkar Selatan Kota Bandung,” tutur Fitriyadi selaku ICD Fasilitator Lingkar Selatan.***

Newsroom/Yadi Mulyadi
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi