WARNA CAHAYA YANG BAIK UNTUK TIDUR

Para ahli kesehatan sejak lama menyatakan bahwa paparan cahaya berpengaruh terhadap jam istirahat tubuh. Itu sebabnya manusia mengantuk ketika berada dalam suasana gelap dan bangun ketika terang.

Penelitian terbaru menemukan fakta bahwa ada banyak cahaya yang memengaruhi ritme sirkadian tubuh. Peneliti dari University of California, Santa Cruz mengambil tikus sebagai obyek penelitian dan melihat bagaimana hewan pengerat ini dipengaruhi oleh warna cahaya tertentu.

Dilansir dari Mother Nature Network, peneliti ingin mengetahui apakah warna cahaya yang memengaruhi nukleus suprachiasmatic, bagian dari otak yang mengatur waktu pergerakan sinyal litrik dan kimia di dalam tubuh vertebrata. Peneliti menguji tikus dengan berbagai warna dan intensitas cahaya.

Menggunakan langit buatan, tikus diuji mulai dari cahaya paling terang hingga paling gelap. Mereka juga diuji dengan warna merah muda dan oranye yang sering dilihat saat matahari terbit dan terbenam.

Ketika tikus terkena berbagai warna umum, hewan ini bersikap normal. Namun, ketika mereka terpapar cahaya peralihan dari terang ke gelap yaitu oranye atau jingga, sinyal saraf suprachiasmatic mereka melemah 30 menit. Suhu tubuh mereka perlahan menurun dan si tikus terindikasi mengantuk.

Ada kemungkinan apa yang dialami tikus juga berlaku sama terhadap manusia. Dalam praktik nyata, peneliti mencontohkan dengan mengenakan kacamata bewarna oranye atau jingga di malam hari, maka mata seseorang lebih mudah mengantuk dibandingkan saat mata mereka tidak memakai kacamata.

Hasil penelitian ini bisa membantu para ahli kesehatan membuat pilihan-pilihan baru untuk terapi kesehatan. Warna-warna ini bisa membantu mereka yang menderita gangguan tidur, juga jet lag.

Sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi