ZAKAT DARI MASA KE MASAZAKAH FROM TIME TO TIME

Oleh: Titin Titan

Pada masa Rasulullah SAW harta yang dizakati meliputi binatang ternak (sapi, unta dan kambing), barang berharga (emas dan perak) serta tumbuh-tumbuhan yang berupa gandum, kismis dan kurma. Saat itu tidak diwajibkan zakat pada kuda, karena kuda hanya digunakan untuk peperangan, tidak seperti masa Umar yang sudah dikembangkan menjadi peternakan, sehingga kuda juga terkena zakat. Pada masa Rasulullah hingga masa thabi’in rumah juga tidak wajib dizakati, karena digunakan hanya untuk tempat tinggal. Namun Imam Ahmad Hambal sempat mengeluarkan zakat rumah karena rumah itu disewakan dan menghasilkan keuntungan.

Abu Bakar
Pada masa Abu Bakar banyak orang yang berpendapat bahwa zakat hanya wajib pada zaman Rasulullah SAW masih hidup, sehingga ketika Rasulullah telah wafat mereka juga menghentikan kewajiban zakat. Akan tetapi Abu Bakar berani menindak tegas masayarakat yang enggan melaksanakan zakat pada masa itu. Setelah itu Abu Bakar mulai mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerimanya. Dia mengambil harta dari Baitul Mal dalam ukuran yang wajar dan selebihnya dibelanjakan untuk persediaan angakatan bersenjata yang berjihad. Abu Bakar membagi zakat kepada delapan ashnaf tanpa pengecualian. Dia tidak mengangkat pengawal untuk menjaga Baitul Mal yang didirikannya, karena tidak ada harta yang tersisa.

Masa Umar bin Khattab
Pada masanya, Umar melantik amil-amil yang bertugas untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerimanya. Akan tetapi Umar tidak lagi mendistribusikan zakat kepada mualaf. Dia berijtihad bahwa tidak semua orang yang baru masuk Islam atau mualaf memerlukan bantuan. Banyak di antaranya yang kaya seperti Suhail bin Amr, Aqra’ bin Habis, dan Muawiyyah bin Abi Sufyan.

Umar mulai melembagakan Baitul Mal yang digunakan untuk mengurusi sumber-sumber keuangan seperti harta yang dikumpulkan dari orang kaya, harta rampasan perang (ghanimah), harta dari hasil pertanian, hewan ternak, termasuk juga zakat. Selain itu, di masa Umar juga dikenakan sistem cadangan, yang artinya tidak semua dana zakat yang diterima langsung habis didistribusikan, tetapi dibuat pos cadangan yang akan dialokasikan jika terjadi kondisi darurat seperti perang dan bencana alam. Pada masa Umar susah ditemukan orang miskin yang membutuhkan zakat. Umar sendiri termasuk sahabat yang sangat hati-hati memperlakukan harta yang dititipkan melalui Baitul Mal yang dia buat.

Terkait pengelolaan dana zakat, para sahabat dikenal sangat wara’ dan amanah dalam menjalankannya. Sebuah riwayat menggambarkan bagaimana Usman mendapati Umar di suatu siang yang sangat panas sedang berjalan di tengah padang pasir seakan sedang mencari sesuatu. Saat Usman memintanya untuk berteduh Umar menolak dan menjawab, “Ada dua unta dari zakat yang lepas dari rombongannya, aku takut unta tersebut hilang dan aku akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.”

Masa Usman Bin Affan dan Ali
Masa Usman masyarakatnya juga makmur. Pernah satu masa, Usman memerintahkan Zaid untuk membagi-bagikan harta kepada yang berhak namun masih tersisa seribu dirham, lalu Usman menyuruh Zaid untuk membelanjakan sisa dana tersebut untuk membangun dan memakmurkan masjid Nabawi. Di masa Usman ini diperbolehkan membayar zakat melalui nilai uang, yang disetarakan dengan 2,5% dari harta yang dizakati. Praktik serupa juga berlaku pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Kegemilangan zakat makin terlihat saat pemerintahan Umar Bin Abdul Aziz yang tak sampai dua tahun namun tak lagi ditemukan masyarakat miskin yang membutuhan bantuan dari dana zakat.

By : Titin Titan

During Rasulullah (Muhammad the prophet) era wealth for Zakah include livestock (cattle, camels and goats), treasure (gold and silver) as well as herbs such as wheat, raisins and dates. At that time it was not subjected on horses, because horses are only used for war, unlike on umar era’s it has developed into breed, so the horse subjected for zakat. During Rasulullah until thabi’in Era house is not subjected for zakat, because it is used only for a place to stay. But Imam Ahmad Hanbal had issued alms because the house was rented out and generate a profit.

Abu Bakar Era
During Abu Bakr Era there are many people stated that zakat only applies when the Prophet Muhammad was still alive, so when the Prophet had died they stop the obligation for zakat. But Abu Bakr cracked down the communities who were reluctant to issued zakah at that time. After that Abu Bakr began distributing zakat to those who deserve to accept zakah. He took the treasure from the Baitul Mal in a reasonable ammout and the rest was spent on supplies for Jihad armaments. Abu Bakr divided the zakah benefactor to eight ashnaf (category) without exception. He did not hire guards to guard the Baitul Mal, which he founded, because there is no property left.

Umar bin Khattab Era
During his era, inaugurates amil whose job is to collect and distribute zakah to those who deserve to receive zakah. But Umar no longer distribute zakat to mualaf (the one who convert to islam). He stated that not all people who are new to Islam or mualaf need help. Many of them are wealthy like Suhail bin Amr, Aqra ‘ibn Habis, and Muawiyyah bin Abi Sufyan.
The period of Umar bin Khattab

Umar began instituting Baitul Mal and used it to take care of the financial resources such as treasures collected from the rich, spoils (ghanimah), treasures of crops, livestock, as well as zakah. In addition, at the time it was also subjected to a backup system, which means that not all zakah funds would used up immediateley when it was distributed, but made an allowance which will be allocated in emergency situations such as war and natural disasters. At the time it is hard to find poor people who need zakah. Umar include those who are very carefully treating treasures deposited through Baitul Mal that he created.
Related to the management of zakah, the companions are known to be wara ‘and trustful to manage the zakah. A history illustrates how Usman Umar found in a very hot afternoon was walking in the middle of the desert as if looking for something. When usman asked him to take shelter, Umar refused and he said, “There are two camels of zakah separated from his entourage, I’m afraid the camel is lost and I will be held responsible in front of God the almighty.”

Usman Bin Affan and Ali Era
During this area Usman society was prosperous. And once upon a time, Usman ordered Zaid to distribute the property to the beneficiary but thousand drams was remaining, then Usman told Zaid to spend the rest of the funds to build and prosper Nabawi mosque. In this era it was allowed to pay zakah through the value of money, which is equivalent to 2.5% of the Zakat subjected. Similar practice also applies to the caliphate of Ali bin Abi Talib. Zakat glories more visible when the reign of Umar Bin Abdul Aziz which is less than two years but no longer found poor people who need a help from zakah funds.

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia