ZAKAT FITRAH DI TEMPAT KERJA

bagaimana dengan orang yang tinggal di tempat kerjanya,sah kah,apabila zakat dikeluarkan oleh pemilik rumah. (Erna, Lhokseumawe)

Zakat Fitrah

Dari Ibnu Abbas RA, “Rasulullah SAW. telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum (selesai) shalat ‘id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh Allah); dan siapa saja yang mengeluarkannya sesuai shalat ‘id, maka itu adalah shadaqah biasa, (bukan zakat fitrah).” (Hasan : Shahihul Ibnu Majah).

Berdasarkan hadits tersebut, zakat fitra dikeluarkan oleh siapa pun baik laki-laki maupun perempuan, baik orang dewasa atau anak-anak. Besar zakat fitrah disebutkan dalam hadits berikut:

“Rasulullah saw. telah memfardhukan (mewajibkan) zakat fitrah satu sha’ tamar atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua dari kalangan kaum Muslimin; dan beliau menyuruh agar dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke tempat shalat ‘Idul Fitri.” (HR Bukhori Muslim).

Zakat fitrah dikenakan pada orang yang bertanggung jawab atas orang lain. Misalnya, zakat fitrah seorang anak yang belum berpenghasilan ditanggung oleh orangtuanya. Zakat fitrah orang tua dapat ditanggung oleh anaknya yang telah berpenghasilan. Apabila zakat orang tua ibu Erna memiliki harta berlebih dan dapat menanggung zakat fitrah ibu, zakat fitrah boleh dibayar oleh orang tua di rumah. Apabila ibu bekerja di sebuah rumah, maka zakat dapat dikeluarkan oleh pemilik rumah.

(Tim Rumah Zakat)

www.ramadhan.kompas.com

Tags :
Konfirmasi Donasi