ZAKAT GAJI ISTRI

Assalamualaikum

Pak Ustadz, saya mau tanya, wajibkah saya mengeluarkan zakat profesi padahal kebutuhan rumah tangga bulanan semuanya saya yang menanggungnya sehingga penghasilan bulanan saya nyaris habis tak bersisa, bahkan kadang kurang. Penghasilan saya total satu tahun lebih kurang 100 juta. Saya tahun ini sudah mencapai nisab zakat. Namun, suami saya penghasilannya minim (hampir tidak ada ) dan hanya mengandalkan gaji saya untuk menutup kebutuhan rumah tangga. Mohon jawabannya ya, Ustadz.

Jazakallah khairan katsiraa
(Dini, Batam)

Jawaban:
Ibu Dini yang dirahmati Allah, penghasilan Ibu memang sudah mencapai nishab zakat dan wajib dikeluarkan zakatnya. Dalam membayar zakat, setiap orang dihitung utuh sebagai individu. Maksudnya, ibu wajib mengeluarkan zakat profesi ibu dan suami ibu juga wajib membayar zakat penghasilannya (apabila memang sudah mencapai nishab).
Berdasarkan QS An-nisa: 34, sebenarnya nafkah istri dan keluarga adalah tanggungan suami.

“Kaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaumlelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka,” (an Nisaa: 34).

Segala kebutuhan seorang istri dan keluarga adalah tanggungan suami. Oleh sebab itu, kebutuhan pokok istri dan keluarga (anak-anak) digunakan untuk penguran harta yang dizakati seorang suami. Selain itu, harta istri adalah milih istri, tidak wajib digunakan untuk keperluan keluarga. Hal ini diambil dari pemisalan mahar dalam Al-quran

“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” (an Nisaa: 4).

Berdasarkan ayat tersebut juga, seorang istri dibolehkan memberikan hartanya untuk keperluan keluarga apabila hal tersebut dilakukan dengan kerelaan. Jika dihitung-hitung, penghasilan ibu sudah mencapai 3x nishab zakat. Oleh sebab itu, sudah jelas wajib dikeluarkan zakatnya.
Penghitungan zakat profesi ibu adalah:
Penghasilan bruto – (kebutuhan pokok + utang jatuh tempo) x 2,5%

Apabila kebutuhan keluarga sehari-hari ibu selalu membuat penghasilan ibu pas-pasan, sebaiknya ibu membayar zakat di awal, sebelum berbelanja atau memenuhi kebutuhan keluarga. InsyaAllah penghasilan ibu akan berkah dan akan dicukupkan oleh Allah SWT.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261).

Selain itu, disarankan menggunakan harta dengan secukupnya, sederhana dan tidak berlebihan. Apalagi dalam kondisi suami ibu berpenghasilan pas-pasan. Allah berfirman dalam Al Quran.

“Anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-a’raf: 31).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia memang harus memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papannya. Namun, tetap dengan tidak berlebih-lebihan. Semoga ibu dapat melakukan manajemen keuangan keluarga dengan lebih optimal lagi.

Tags :
Konfirmasi Donasi