ZAKAT HIBAH HARTA

Assalammu’alaikum wr.wb. Kerabat saya mendapatkan hibah harta yang sangat besar (lebih dari Rp. 9 milyar), berapa zakat yang harus dibayarkan? Bagaimana dampaknya kalau zakat yang dikeluarkan tidak sesuai yang disyaratkan? Wassalam (Dodi Sumawijaya, Garut).

Wa’alaikumsalam wr.wb. Bapak Dodi, dari informasi yang Bapak sampaikan, maka terdapat dua cara perhitungan zakat hibah. Pertama, jika sumber hibah tidak diduga – duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%. Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5%. Apabila zakat yang dikeluarkan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, maka harta yang dikeluarkan tidak disebut sebagai zakat tetapi infak atau sedekah. Dengan demikian, kewajiban berzakat dari Bapak atau kerabat Bapak masih belum tertunaikan. Dampaknya adalah harta yang dimiliki belum suci karena masih ada hak orang lain (delapan asnaf penerima zakat) dalam harta Bapak, karena salah satu tujuan zakat adalah mensucikan harta muzakki (pemberi zakat).

Berikut ini adalah tujuan-tujuan zakat, baik secara umum yang menyangkut tatanan ekonomi, sosial dan kenegaraan maupun secara khusus yang ditinjau dari tujuan-tujuan nash secara eksplisit yang banyak diterangkan oleh para cendekiawan muslim,
1.       Menyucikan harta dan jiwa muzaki.
2.       Mengangkat derajat fakir miskin.
3.       Membantu memecahkan masalah para gharimin, ibnusabil, dan mustahiq lainnya.
4.       Membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya.
5.       Menghilangkan sifat kikir dan tamak para pemilik harta.
6.       Menghilangkan sifat dengki dan iri (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin.
7.       Menjembatani jurang antara si kaya dengan si miskin di dalam masyarakat agar tidak ada kesenjangan di antara keduanya.
8.       Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama bagi yang memiliki harta.
9.       Mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain padanya.
10.   Zakat merupakan manifestasi syukur atas Nikmat Allah.
11.   Berakhlak dengan akhlak Allah.
12.   Mengobati hati dari cinta dunia.
13.   Mengembangkan kekayaan batin.
14.   Mengembangkan dan memberkahkan harta.
15.   Membebaskan si penerima (mustahiq) dari kebutuhan, sehingga dapat merasa hidup tenteram dan dapat meningkatkan kekhusyukan ibadat kepada Allah SWT.
16.   Sarana pemerataan pendapatan untuk mencapai keadilan sosial.
17.   Tujuan yang meliputi bidang moral, sosial, dan ekonomi. Dalam bidang moral, zakat mengikis ketamakan dan keserakahan hati si kaya. Sedangkan, dalam bidang sosial, zakat berfungsi untuk menghapuskan kemiskinan dari masyarakat. Dan di bidang ekonomi, zakat mencegah penumpukan kekayaan di tangan sebagian kecil manusia dan merupakan sumbangan wajib kaum muslimin untuk perbendaharaan negara.
Demikian penjelasannya, semoga dapat dimengeri.Wallahu’alam.

Tags :
Konfirmasi Donasi