ZAKAT INVESTASI

Assalamualaikum

Saya mau tanya untuk zakat mal apakah harus dikeluarkan tiap tahun? Saya punya beberapa rumah yang saya kontrakan. Hitungnya dari nilai rumahnya atau dari hasil kontrakannya? Terimkasih seblmnya..

salam (Agus, Pandaan)

Jawaban:

Waalaikumsalam wr.wb.

Pak Agus, zakat rumah yang dikontrakkan statusnya sama dengan zakat investasi. Dalam fikih zakat, zakat investasi dianalogikan dengan nisab zakat pertanian yaitu setara dengan nilai 520 kg beras. Jika harga beras Rp7000,- makan nisab zakatnya 520 x Rp7000,- = Rp3.640.000,-

Dana yang diambil zakatnya adalah dari hasil investasi atau hasil kontrakan Bapak. Apabila penghasilan bersih dari penyewaan rumah tesebut sudah lebih dari Rp3.640.000,- Bapak sudah wajib mengeluarkan zakat.

Abu Zahrah, Yusuf Qorhowi, menganalogikan zakat investasi seperti zakat pertanian yang dikeluarkan setiap panen. Oleh sebab itu, zakat investasi dikeluarkan saat penghasilan investasi diterima. Zakat yang dikeluarkan sebesar 5% dari penghasilan bruto atau 10% dari penghasilan bersih.

Jika dana yang Bapak terima belum dikurangi biaya operasional seperti biaya listrik, air, serta biaya perbaikan lainnya, Bapak mengeluarkan zakat sebesar 5%. Jika uang sewa yang Bapak terima merupakan keuntungan bersih, Bapak mengeluarkan zakat sebesar 10%.

Tags :
Konfirmasi Donasi