[:ID]ZAKAT PERTANIAN DAN PERKEBUNAN[:]

[:ID]BANDUNG, Rumah Zakat – Diantara jenis zakat yang wajib dizakatkan adalah zakat pertanian dan perkebunan. Dalam hal ini, zakat ini terbagi menjadi dua yaitu: 1) makanan pokok berupa hasil pertanian seperti beras, gandum. 2) bukan makanan pokok seperti buah-buahan, sayur-sayuran.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (Q.S Al Bawarah 2:267).

Ayat tersebut menjelaskan bahwasannya segala yang berasal dari bumi itu pun harus dizakatkan. Bahkan, menzakatkannya pun tentu harus yang terbaik, tidak boleh yang buruk.

Dalam ketentuannya, zakat hasil pertanian dan perkebunan memiliki nishab 5 wasaq (1 wasaq = 60 sha’, sedangkan 1 sha’ = 2,176 kg, maka 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg); 652,8 kg gabah = 520 kg beras atau senilai/seharga 520 kg beras . Adapun waktu mengeluarkan zakatnya adalah setelah panen.

Nabi Muhammad Shalallahualaihi Wasallam bersabda:

“Tidak kena zakat pada biji dan buah-buahan sampai mencapai lima wasaq.” (HR. Muslim)

Adapun kadar zakat pertanian dan perkebunan adalah sebagaimana hadist berikut ini :

– Tanaman yang diairi air hujan atau sungai wajib dikeluarkan zakatnya sepersepuluh  (10%) dan yang diairi dengan disirami, maka zakatnya seperduapuluh  (5%) (HR. Bukhari dan Muslim)

Sehingga jika diairi oleh hujan atau sungai 10 %, dan apabila diairi oleh pengairan 5 %

Buah yang wajib dizakatkan adalah tamar (kurma) dan zabib (anggur kering/kismis). Adapun buah-buahan lainnya seperti apel, semangka, mangga dsb. termasuk sayur-sayuran maka tidak terkena zakat.

Biji-bijian yang harus dizakatkan adalah segala biji yang dapat mengenyangkan (makanan pokok) dan bisa disimpan seperti gandum, sya’ir (semisal dengan beras), jagung, beras dsb. Zakat pada buah dan biji-bijian ini tidak memakai haul. Buah dan biji-bijian dikeluarkan zakatnya ketika hari memetiknya (lihat surat Al An’aam: 141).


Penghitungan zakat:

Pada sistem pertanian saat ini, biaya tidak sekedar air, akan tetapi ada biaya lain seperti pupuk, insektisida, dll. Maka untuk mempermudah perhitungan zakatnya, biaya pupuk, intektisida dan sebagainya diambil dari hasil panen, kemudian sisanya (apabila lebih dari nishab) dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% (tergantung sistem pengairannya).

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia