ZAKAT UNTUK PEMBANGUNAN MASJID

Assalamu’alaikum wr.wb. Yang ingin saya tanyakan adalah : 1. Apakah zakat maal boleh diserahkan pada panitia pembangunan masjid di tempat yang muslimnya minoritas? 2. Apakah zakat maal boleh diberikan pada saudara kandung (yang  bukan tanggungannya) sedang terbelit hutang? 3. Apakah zakat maal boleh diserahkan pada mereka yang berjauhan tempat/beda kota? Sekian, terima kasih banyak. Wassalamu’alaikum wr.wb (Pipit, Denpasar).

Wa’alaikumsalam wr. wb.Ibu Pipit, zakat memiliki ketentuan tertentu dalam penyalurannya. Allah Swt menjelaskan pemberian/pendistribusian zakat hanya diberikan kepada delapan asnaf (kelompok) yaitu:

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil (pengurus-pengurus) zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk membebaskan orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah,dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah:60).

Apabila Ibu ingin memberikan bantuan kepada panitia pembangunan masjid, Ibu bisa melakukannya dengan infak/sedekah bukan dengan dana zakat. Untuk penyaluran zakat mal kepada saudara kandung diperbolehkan karena mereka bukanlah tanggungan Ibu secara langsung dengan syarat saudara Ibu tersebut memang masuk ke dalam 8 golongan penerima zakat (salah satunya adalah orang yang terbelit hutang). Tidak ada keterangan spesifik yang memerintahkan di mana seharusnya zakat disalurkan. Untuk menentukan tempat pembayaran dana zakat Ibu dapat mengambil dari ayat dan hadits berikut:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (QS. An Nisa:36).

Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)

Pendistribusian zakat di tempat/kota yang berbeda diperbolehkan, akan tetapi utamakan lebih dulu tempat dimana Ibu mencari nafkah terutama tetangga di sekitar rumah yang Ibu tinggali saat ini. Apabila di sekitar rumah Ibu memang tidak ada orang yang layak untuk diberi zakat, maka zakat yang Ibu keluarkan bisa disalurkan di tempat/kota lain.

Tags :
Konfirmasi Donasi