ZAKAT UNTUK SAUDARA SENDIRI

mustahiq-zakat1Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Ustadz, bolehkah kita memberikan zakat ke saudara sendiri, semisal kepada kakak atau adik sendiri? Hatur nuhuun

Erli, Tangerang

Jawaban:

Sobat Erli yang budiman, ketentuan penyaluran zakat telah dijelaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah [9]: 60)

Ayat tersebut bersifat umum, tidak menjelaskan secara khusus apakah jika orang yang tidak mampu adalah saudara kita sendiri, apakah dia juga termasuk ke dalam katagori orang yang berhak menerima zakat? Mengenai hal ini, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mereka berbeda pendapat, apakah saudara kandung seseorang termasuk orang yang berada dalam tanggungan hidupnya ataukah tidak? Namun pada intinya, mereka sepakat bahwa zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang menjadi tanggungan hidup kita.

Menurut jumhur ulama, yang termasuk ke dalam tanggungan hidup seseorang hanyalah anak, isteri dan orangtua. Jadi, zakat tidak boleh diberikan kepada mereka. Namun, sebagian ulama seperti Imam Al-Syaukani dan Abu Hanifah membolehkan seorang anak memberikan zakat kepada orang tua lantaran tidak ada dalil yang melarang hal tersebut.

Sedangkan saudara kandung baik kakak ataupun adik, tidak termasuk ke dalam katagori tersebut. Dalam mazhab Mâlik dan Syâfi‘î tidak ada halangan untuk memberikan zakat kepada adik atau kakak selama mereka memenuhi salah satu kriteria kelompok yang berhak menerima zakat. Oleh karena itu, bila saudara kandung tersebut termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima zakat seperti yang disebutkan dalam QS. At-Taubah [9]: 60, maka zakat boleh diberikan kepadanya. Dalilnya adalah sabda Nabi saw. tentang orang yang memberikan zakat kepada keluarganya:  “Dia memperoleh dua pahala, yaitu pahala menyambung kekerabatan dan pahala sedekah (zakat)” (HR Bukhari). Demikian pula dalam hadits yang lain Nabi saw bersabda: “Memberi zakat pada orang misikin itu adalah shadaqah, adapun memberi zakat kepada kerabat miskin adalah shadaqah dan perekat silarurahmi” (HR. Ahmad).

Demikianlah sobat Erli penjelasan yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat.

Wallahu a’lam bishawwab

Tags :
Konfirmasi Donasi