BERANTAS BUTA HURUF DENGAN PROGRAM RUMAH BELAJAR DI DESA SUKA MAJU

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

SUKA MAJU (09/12). Pendidikan anak-anak Indonesia sangatlah penting, karena anak-anak Indonesia adalah asset Negara di masa mendatang sebagai generasi penerus bangsa. Dalam hal ini Rumah Zakat memiliki Program Rumah Belajar yang dibina secara rutin untuk membantu mencerdaskan anak-anak di daerah yang masih kurang mengenyam pendidikan.

Rumah Belajar Suka Maju terus berkomitmen berantas buta huruf untuk kalangan anak-anak yang masih sulit membaca. Di dalamnya ada kegiatan kelas matematika, yang mana memfokuskan pembahasan perkalian, sebagai perhitungan yang dasar dalam matematika. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Fasilitator sendiri yakni di Dusun VIII Jl. Terang Bulan setiap minggunya. Hal ini didasari karena Fasilitator sudah melakukan interview kebeberapa orang tua, guru dan beberapa sekolah, ternyata masih ada anak jenjang SD, dan SMP masih terasa sulit untuk membaca dan belajar perkalian. Sehingga menggerakkan kemauan Bang Fauzi selaku Fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Suka Maju untuk membuat Rumah Belajar sebagai mediasi permasalahan ini.

Seperti biasa ada beberapa anak yang sesudah Kegiatan Rumah Belajar Selesai, mereka mendatangi Bang Fauzi untuk diberikan beberapa trik dalam mempelajari perkalian selain dengan cara menghapalnya. Dan Bang Fauzi sering berkata kepada anak anak didik Rumbel nya bahwa “Belajar Perkalian itu seperti kalian sedang melihat diri kalian didepan cermin, persis dan sama, meski dibalikkan hasilnya tetap sama” Jawab Bang. Fauzi.

Jadi sebenarnya tidak ada kesulitan dalam menghapal atau mempelajari perkalian. Itu akan terasa sulit jika kita sendiri yang enggan untuk menguasainya. Dan tidak itu juga Bang. Fauzi mengajarkan trik Jarimatika kepada mereka, keunikan perkalian 9 dan juga Supercepatnya perkalian 11 untuk mencari jawabannya.

“Jadi kita menerapkan sistem hapalan yang beranekaragam, biarkan imajinasi anak anak berkembang dalam menghapal perkalian versinya sendiri, tanpa kita harus atur. Buat mereka merasa sangat mudah dengan menghapal perkalian tersebut. Kita hanya memfasilitasi cara tersebut yang telah dibuatnya.” Kata Bang. Fauzi selaku Fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Suka Maju.

Target kedepannya dari Rumah Belajar adalah membuka BBA untuk orang tua dan dewasa (Keaksaraan Fungsional/KF). Serta kegiatan pembelajaran berbasis life skill yang unik serta berbasis Kearifan Lokal. Dan pelegalitas Rumah Belajar yang insya Allah akan dimulai tahun depan.

Newsroom

Silvia Zakiah Itsnaini

Tags :
Donation Confirmation