MASALAH KABUT ASAP BAGI KESEHATAN DAN INDUSTRI KECIL KAB. KUBU RAYA

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

KUBU RAYA, Ahad (22/09/2019) – Pembinaan keagamaan Majelis Hikmah terlaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kab. Kubu Raya, Prov. Kalimantan Barat. Pertemuan ini yang diikuti Fasilitator Desa Berdaya sekaligus menjadi forum kumunikasi pengrajin kerupuk dan rengginang. Mereka berkumpul, berdiskusi dan berkeluh kesah mengenai tantangan produksi selama kabut tebal menyelimuti Kalimantan Barat dalam kurun waktu satu bulan belakangan.

Akibat kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap di Kalimantan Barat, khususnya di Rasau tidak hanya berdampak pada kesehatan dan terganggunya aktifitas belajar mengajar bagi pelajar sekolah namun juga pada proses produksi renggianag dan kerupuk buah.

Sejauh ini dalam proses produksi memanfatakan panas dari sinar matahari untuk mengeringkan rengginang ketan dan kerupuk buah. Namun akibat kabut asap yang cukup tebal menghalangi sinar matahari yang jatuh dan dikhawatirkan rengginang dan kerupuk yang dijemur menyerap zat yang berbahaya dari udara yang tidak bersih.

Selain menghambat produksi, kabut asap juga berdampak pada permintaan konsumen. Orang-orang lebih banyak menguruangi aktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan, hal ini disinyalir menyebabkan permintaan dari konsumen menurunĀ  dan barang barang yang dititip jual ke warung belum habis terjual.

Kita berharap bahwa musibah atas kabut asap akibat dari pembakaran lahan segera berlalu. Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga pada industri kecil seperti pembuatan rengginang dan kerupuk buah yang dilakukan oleh Member Rumah Zakat Ibu Supaniyem dan yang lainnya.

Newsroom

Toip M / Hanaa Afifah

Tags :
Donation Confirmation