SERPIHAN ROTI BU YATI

MALANG. Saya terharu pagi itu saat berkumpul dengan ibu-ibu dari anak-anak penerima beaiswa Rumah Zakat cabang Malang Rabu (30/11). Terlihat salah seorang dari ibu itu membawa 2 kresek putih entah berisi apa? Karena saya kurang bisa melihat dengan baik dari kejauhan, tapi sepertinya berisi makanan. Pagi itu ada acara pembinaan mustahik dalam bentuk training agar terbangun motivasi mereka untuk tetap semangat menjalani hidup sesulit apapun masalahnya.

Ibu yang membawa 2 kresek tadi mulai membuka isi kreseknya, dan membungkusnya dalam kresek-kresek kecil untuk dibagikan kepada ibu-ibu yang lain. Warnanya putih, saya kira bakpao, ternyata isinya adalah serpihan roti. Nama ibu itu adalah ibu Yati, ia adalah seorang ibu rumah tangga dengan 11 anak. Suaminya bekerja sebagai supir angkot cadangan. Semua anak-anaknya masih kecil-kecil, rumahnya pun kecil dan sederhana. Bisa dibayangkan dengan anak-anak kecil sebanyak itu berapa banyak biaya yang harus ia keluarkan untuk kesehariaannya, sedangkan suaminya hanyalah supir angkot cadangan.

Namun keadaan itu tidak menghalangi bu Yati untuk berbagi dengan sesama walau hanya dengan serpihan roti. Mungkin melihatnya kita merasa risih, bahkan mungkin enggan memakannya, hanya serpihan roti. Tapi dari serpihan roti itu banyak pelajaran yang diberikan, tentang ringan tangan pada kondisi apapun yang dialaminya. Saat saya hendak mengambil dan membawa pulang sekresek serpihan roti itu, salah seorang ibu berkata,”Sudah biarkan saja mbak, biar nanti saya yang makan,” ungkapnya. Saya pun tersenyum simpul. Mungkin ibu itu merasa sungkan dan tidak enak karena saya diberi makanan seperti itu, tapi saya tidak mempermasalahkannya, sebab jika saya membiarkan kresek itu tidak saya sentuh tentu menghancurkan hati pemberinya. ***

Newsroom/Wahyu Sulistianto Putro
Malang

Tags :
Donation Confirmation